BI Proyeksikan Pengetatan Likuiditas Masih Berlanjut

Selasa, 03 Juli 2018 - 22:05 WIB
BI Proyeksikan Pengetatan...
BI Proyeksikan Pengetatan Likuiditas Masih Berlanjut
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, pengetatan likuiditas diproyeksi masih akan berlanjut. Salah satu faktornya yakni Bank sentral AS, Federal Reserve yang masih akan menaikkan Fed Fund Rate sebanyak 5 kali lagi.

"Tahun ini fed rate diproyeksi akan naikan empat kali. Sebelumnya sudah dua kali, nanti hingga akhir tahun dua kali lagi. Untuk tahun depan diproyeksi tiga kali lagi. Jadi total akan ada 5 kali lagi kenaikan fed rate," ujar Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityswara saat acara focus group discussion bersama media di Jakarta, Selasa (3/7/2018).

Selain itu, kebijakan People Bank of China (PBoC) untuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) dan kebijakan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) untuk menurunkan stimulus berupa pembelian aset-aset portofolio, serta perang dagang (trade war) AS-Tiongkok membuat ketidakpastian global masih akan tinggi. "Jadi trend global memang pada trend pengetatan likuiditas," imbuhnya.

Disamping itu, pelemahan rupiah yang terus memburuk dipicu oleh penguatan dolar. Hingga akhir Juni 2018, pelemahan kurs rupiah mencapai -5,6% year to date (ytd). Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menambahkan, Bank Indonesia akan terus melakukan serangkaian langkah stabilisasi, tidak hanya melalui kebijakan suku bunga yang terukur, namun juga melalui intervensi untuk memastikan tersedianya likuiditas dalam jumlah yang memadai baik valuta asing (valas) maupun Rupiah.

Selain itu, melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar seperti mengoptimalkan frekuensi lelang instrumen term repo. "Pelemahan rupiah yang sekarang ini masih terkendali, secara tahun juga terkendali sehingga tidak perlu kepanikan," imbuh Perry.

Adapun terkait dengan pergerakan nilai tukar Rupiah, Perry menyebut hal tersebut harus diukur secara relatif dibandingkan dengan negara-negara lain.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bank Indonesia Kembali...
Bank Indonesia Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%
Thomas Djiwandono Blak-blak...
Thomas Djiwandono Blak-blak Soal Sinergi Fiskal dan Moneter di Masa Depan
BI Tetap Tahan Suku...
BI Tetap Tahan Suku Bunga Acuan di Level 6%
Paradoks Fleksibilitas...
Paradoks Fleksibilitas dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia...
Gubernur Bank Indonesia Ungkap Arah Kebijakan Moneter di 2023
Inersia Moneter: Perilaku...
Inersia Moneter: Perilaku dan Psikologi di Balik Kebijakan Bank Sentral
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
7 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
Masih Menjadi Misteri,...
Masih Menjadi Misteri, Benarkah Harimau Jawa Belum Punah?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved