Bursa Asia Masih Rentan Dibayangi Perang Dagang AS-China

Rabu, 04 Juli 2018 - 10:01 WIB
Bursa Asia Masih Rentan...
Bursa Asia Masih Rentan Dibayangi Perang Dagang AS-China
A A A
TOKYO - Saham-saham di bursa Asia pada perdagangan hari ini diperkirakan masih rentan dibayangi makin dekatnya tenggat pengenaan tarif impor oleh Amerika Serikat (AS) atas barang-barang impor dari China 6 Juli nanti.

Rencana penerapan tarif impor atas barang impor China senilai miliaran dolar AS itu juga membuat nilai tukar yuan melemah mendekati level terendah dalam 11 bulan terakhir.

Dilansir Reuters, indeks acuan regional Asia-Pasifik MSCI pada sesi awal perdagangan hari ini hanya menguat tipis 0,1%, setelah sehari sebelumnya terpuruk ke level terendah dalam 9 bulan terakhir. Sementara indeks Nikkei Jepang masih mencatatkan penurunan sebesar 0,5%.

Sedangkan Wall Street pada perdagangan Selasa (3/7) juga melemah. Dow Jones Industrial Average turun 0,54% menjadi 24.174,82 poin, sementara S&P 500 kehilangan 0,49% menjadi 2.713,22 dan Nasdaq Composite turun 0,86% menjadi 7.502,67.

Sama seperti di Asia, banyak investor cemas Washington benar-benar akan menjalankan rencana pengenaan tarif atas barang impor China yang dipastikan akan dibalas oleh Negeri Panda itu dengan langkah serupa.

Kakhawatiran itu menyebabkan nilai tukar yuan juga tergerus. Yuan di awal perdagangan hari ini berada di level 6,6715 per dolar AS, sedikit menguat dibanding sehari sebelumnya di level 6,7344 per dolar AS, setelah Bank Sentral China mengintervensi pasar.

Sementara, di dalam negeri Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelang siang melemah tipis 17,41 poin atau 0,31% dari penutupan sebelumnya di 5.633,94 menjadi 5.616,52. Sedangkan nilai tukar rupiah berbalik menguat menjadi Rp14.340 per dolar AS dari posisi sehari sebelumnya Rp14.430 per dolar AS.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Bikin Banyak...
Pandemi Bikin Banyak Perusahaan di Asia Pasifik Pilih 'Dansa' di Bursa
10 Negara yang Kena...
10 Negara yang Kena Tarif Impor Trump Terbesar, Mayoritas Negara-negara Asia
Perang Dagang Guncang...
Perang Dagang Guncang Pasar Global, Begini Gerak IHSG dalam Sepekan
Persatuan ASEAN-China...
Persatuan ASEAN-China Jadi Pertahanan Terbaik Asia dalam Hadapi Perang Dagang
Daya Beli Masyarakat...
Daya Beli Masyarakat Akan Pengaruhi Pergerakan Bursa Saham
BEI: Perang Israel-Iran...
BEI: Perang Israel-Iran Bikin Bursa Saham Asia Ambruk Berjamaah
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
5 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
7 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved