Pandemi Bikin Banyak Perusahaan di Asia Pasifik Pilih 'Dansa' di Bursa

loading...
Pandemi Bikin Banyak Perusahaan di Asia Pasifik Pilih Dansa di Bursa
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Laporan Ernest & Young (E&Y) menyebutkan bahwa aktivitas initial public offering (IPO) year to date tahun 2020 di kawasan Asia-Pasifiktelah melampaui aktivitas year to date tahun 2019, baik dalam volume (29%) maupun hasil (88%).

Aktivitas di wilayah tersebut dipercepat sebagian karena kebijakan stimulus pemerintah terkait pandemi Covid-19, misalnya subsidi pekerjaan yang diberikan kepada maskapai penerbangan di wilayah tersebut. (Baca juga:Pasar Asean Mulai Bangkit, Ada 77 Perusahaan IPO Senilai USD4,3 Miliar)

EY Global IPO Leader Paul Go mengatakan di Greater China, aktivitas melantai di bursa kuartal III tahun 2020 berada di jalur yang tepat untuk mencapai rekor tertinggi dalam sejarah dengan jumlah transaksi dan pendapatan year-on-year naik sebesar 152% dan 139%.

"Ini karena ketegangan perdagangan AS-China meningkat menjelang pemilihan Presiden AS, beberapa perusahaan China yang terdaftar di bursa AS memilih untuk melakukan pencatatan sekunder di bursa Greater China, memanfaatkan pasar ekuitas China," jelas Paul dalam siaran pers Jumat (20/11/2020).



Pasar di Jepang juga meningkat dibandingkan dengan kuartal III 2019 sebesar 67% dalam jumlah transaksi dan 40% dalam pendapatan.

Menurut dia, kuartal III 2020 merupakan kuartal III paling aktif dalam 20 tahun terakhir berdasarkan pendapatan. Serta kuartal ketiga tertinggi kedua berdasarkan angka transaksi. (Baca juga:Gara-gara Pegawai Pizza Bohong, Satu Negara Bagian Australia Lockdown)

Di sisi lain, aktivitas IPO yang sehat pada kuartal III 2020 menunjukkan bahwa perusahaan di Asia-Pasifik memanfaatkan peluang untuk go-public. Hal tersebut dalam rangka meningkatkan ketahanan dan meningkatkan basis modal mereka untuk investasi dan pertumbuhan.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top