Industri Farmasi Lakukan Efisiensi Terimbas Kejatuhan Rupiah

Kamis, 05 Juli 2018 - 23:09 WIB
Industri Farmasi Lakukan...
Industri Farmasi Lakukan Efisiensi Terimbas Kejatuhan Rupiah
A A A
CIKARANG - Industri farmasi turut merasakan pengaruh pelemahan rupiah yang masih terjadi. Hal ini dikarenakan hampir 90% bahan baku dari industri farmasi masih didominasi impor.

Direktur Utama PT Dexa Medica Ferry Soetikno mengatakan, masih banyak bahan baku obat yang belum bisa diproduksi di dalam negeri. Untuk itu, perusahaan melakukan efisiensi di tengah pelemahan rupiah ini.

"Impor terhadap dolar pengaruhnya signifikan. Jadi beban lah. KIta harus lebih efisien, kencangkan ikat pinggang, mengambil langkah supaya bisa meningkatkan efisien dengan pengetatan tali pinggang tadi," ujarnya di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (5/7/2018).

Meski begitu, lanjut Ferry, pihaknya belum melakukan penyesuaian harga pada produk-produk Dexa Medica di pasaran. Ia menuturkan, pihaknya secara bertahap juga berupaya mengurangi penggunaan bahan baku impor melalui pusat riset yang dimiliki perusahaan.

Melalui tim peneliti, perusahaan mengembangkan pemanfaatan bahan lokal dan bahan herbal sebagai bahan baku obat. "Ada satu teknologi di mana obat ini untuk injeksi bisa diproduksi sendiri. Saya kira bagus karena bisa mengurangi impor. Semua mesti bertahap," ungkapnya.

Menurut Ferry, tahapan riset yang panjang bagi industri farmasi membutuhkan biaya yang cukup besar. Untuk itu, diharapkan pemerintah bisa memberi insentif bagi perusahaan farmasi yang melakukan kegiatan pengembangan dan penelitian. "Riset dananya banyak. Oleh karena itu, insentif untuk kegiatan riset sangat dibutuhkan, bagaimana kita bisa menggunakan insentif pemerintah supaya bisa memacu kegiatan penelitian dan pengembangan," jelasnya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah tengah menyusun roadmap mengenai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) bagi industri farmasi. Seperti diketahui, industri farmasi merupakan salah satu industri andalan dalam revolusi industri keempat. "Roadmap TKDN farmasi kita sedang dorong untuk bahan baku active ingredients sehingga bisa diproduksi di dalam negeri," ujarnya.

Airlangga menuturkan, dengan adanya roadmap atau peta jalan mengenai TKDN farmasi diharapkan bisa mengurangi impor. Saat ini pembahasan mengenai roadmap tersebut masih berlangsung di tingkat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. "Tentu tujuannya untuk mengurangi impor, menghemat devisa agar rupiah stabil," tuturnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rancang Strategi Transformasi...
Rancang Strategi Transformasi Usaha Farmasi, GPFI Gelar Rakernas di Solo
Strategi dan Inovasi...
Strategi dan Inovasi Merck Indonesia di Tengah Gempuran COVID-19
Strategi Bayern dalam...
Strategi Bayern dalam Dorong Pertumbuhan Bisnis Farmasi dan Sains di Masa Depan
Optimalkan Potensi Pasar...
Optimalkan Potensi Pasar Industri Farmasi dan Kesehatan, Ini Siasat Argon Group
EPO Daewoong Infion...
EPO Daewoong Infion Disebut Dapat Hemat Harga Obat Asuransi
Raksasa Farmasi, Pfizer...
Raksasa Farmasi, Pfizer Kasih Gaji CFO Baru Rp17,89 Miliar
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
4 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
4 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
5 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
5 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
5 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved