Minim Sentimen Positif, Pelemahan Rupiah Bakal Terus Berlanjut
Jum'at, 06 Juli 2018 - 09:20 WIB
Minim Sentimen Positif, Pelemahan Rupiah Bakal Terus Berlanjut
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan rupiah yang kembali melemah membuka peluang pelemahan lanjutan. Apalagi jika sentimen yang ada kurang mampu menahan pelemahan dan tidak memberi dampak yang cukup positif mengangkat rupiah.
"Meski demikian, tetap mencermati dan mewaspadai jika kenaikan ini hanya bersifat sementara," ujar Pengamat Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (6/7/2018).
Diperkirakan Reza, rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.405/USD-Rp14.369/USD setelah sempat menguat pada perdagangan sebelumnya, laju rupiah kembali melemah tipis. Pergerakan sejumlah mata uang Asia yang melemah memberikan imbas negatif pada rupiah.
Dari dalam negeri, terlihat belum adanya sentimen yang cukup signifikan untuk mengangkat rupiah, sehingga kenaikan sebelumnya kembali diuji. "Aksi menahan diri dari pelaku pasar jelang pengenaan tarif terhadap sejumlah barang-barang impor China berimbas pada pergerakan sejumlah mata uang yang cenderung flat," pungkasnya.
Sebelumnya Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih sulit keluar dari zona merah, usai terperosok ke kisaran level Rp14.380/USD. Pelemahan mata uang Garuda pada perdagangan, Kamis (5/7) mengiringi lonjakan Poundsterling setelah mendapatkan dorongan hingga ke level tertinggi.
"Meski demikian, tetap mencermati dan mewaspadai jika kenaikan ini hanya bersifat sementara," ujar Pengamat Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (6/7/2018).
Diperkirakan Reza, rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.405/USD-Rp14.369/USD setelah sempat menguat pada perdagangan sebelumnya, laju rupiah kembali melemah tipis. Pergerakan sejumlah mata uang Asia yang melemah memberikan imbas negatif pada rupiah.
Dari dalam negeri, terlihat belum adanya sentimen yang cukup signifikan untuk mengangkat rupiah, sehingga kenaikan sebelumnya kembali diuji. "Aksi menahan diri dari pelaku pasar jelang pengenaan tarif terhadap sejumlah barang-barang impor China berimbas pada pergerakan sejumlah mata uang yang cenderung flat," pungkasnya.
Sebelumnya Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih sulit keluar dari zona merah, usai terperosok ke kisaran level Rp14.380/USD. Pelemahan mata uang Garuda pada perdagangan, Kamis (5/7) mengiringi lonjakan Poundsterling setelah mendapatkan dorongan hingga ke level tertinggi.
(akr)