Kontribusi Besar Satgas Pangan Dalam Jaga Kestabilan Harga
Jum'at, 06 Juli 2018 - 08:52 WIB
Kontribusi Besar Satgas Pangan Dalam Jaga Kestabilan Harga
A
A
A
MEDAN - Selama 5 tahun terakhir Satuan Tugas (Satgas) pangan berhasil menjaga kestabilan harga di Pasaran, khususnya Sumatera Utara (Sumut). Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia, Enggartiasto Lukita, mengatakan Pemerintah melalui Satgas Pangan yang dibentuk untuk menjaga pasokan dan harga pangan, sukses menjaga kestabilan harga di pasaran sepanjang Ramadan hingga Lebaran 2018.
Enggartiasto Lukita mengatakan menjelaskan, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Indonesia pada Juni 2018 hanya berada di level 0,59%. "Dan ini adalah paling rendah dalam lima tahun terakhir," kata Enggartiasto usai acara Dialog Nasional Indonesia Maju di Medan.
Menurutnya, meski meningkat dibanding Mei yang mengalami inflasi sebesar 0,21%, namun inflasi periode Juni 2018 sudah terbilang rendah. Apalagi pada Juni telah terjadi kenaikan permintaan menjelang Lebaran. "Ini semua tak lepas dari koordinasi antar kementerian, termasuk petugas Kemendag yang langsung turun ke daerah-daerah untuk memantau harga pangan," jelasnya.
Enggartiasto mengungkapkan Satgas Pangan yang dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi juga membawa pengaruh yang signifikan terhadap pengendalian harga hingga ke tingkat konsumen. Unit-unit di pemerintahan juga berkoordinasi cukup solid sehingga barang yang mengalami kenaikan permintaan tersedia sejak awal.
"Kunci utama pengendalian laju inflasi tahun ini terletak pada ketersediaan pasokan. Jauh hari sebelum Ramadan dan Lebaran, pihaknya telah memastikan pasokan pangan cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat," ungkapnya.
Oleh karena itu, Mendag sangat optimistis laju inflasi Indonesia hingga akhir tahun bisa dipertahankan dalam kisaran sasaran 3,5% sampai lebih kurang 1%. "Koordinasi akan terus dilakukan, baik BI, Pemerintah, Satgas Pangan dan pemangku kepentingan lainnya," pungkasnya.
Enggartiasto Lukita mengatakan menjelaskan, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Indonesia pada Juni 2018 hanya berada di level 0,59%. "Dan ini adalah paling rendah dalam lima tahun terakhir," kata Enggartiasto usai acara Dialog Nasional Indonesia Maju di Medan.
Menurutnya, meski meningkat dibanding Mei yang mengalami inflasi sebesar 0,21%, namun inflasi periode Juni 2018 sudah terbilang rendah. Apalagi pada Juni telah terjadi kenaikan permintaan menjelang Lebaran. "Ini semua tak lepas dari koordinasi antar kementerian, termasuk petugas Kemendag yang langsung turun ke daerah-daerah untuk memantau harga pangan," jelasnya.
Enggartiasto mengungkapkan Satgas Pangan yang dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi juga membawa pengaruh yang signifikan terhadap pengendalian harga hingga ke tingkat konsumen. Unit-unit di pemerintahan juga berkoordinasi cukup solid sehingga barang yang mengalami kenaikan permintaan tersedia sejak awal.
"Kunci utama pengendalian laju inflasi tahun ini terletak pada ketersediaan pasokan. Jauh hari sebelum Ramadan dan Lebaran, pihaknya telah memastikan pasokan pangan cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat," ungkapnya.
Oleh karena itu, Mendag sangat optimistis laju inflasi Indonesia hingga akhir tahun bisa dipertahankan dalam kisaran sasaran 3,5% sampai lebih kurang 1%. "Koordinasi akan terus dilakukan, baik BI, Pemerintah, Satgas Pangan dan pemangku kepentingan lainnya," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :