China dan Rusia Membalas Tarif Impor AS

Sabtu, 07 Juli 2018 - 16:45 WIB
China dan Rusia Membalas...
China dan Rusia Membalas Tarif Impor AS
A A A
BEIJING - China membalas balik setelah Amerika Serikat (AS) menerapkan tarif barang impor Negeri Tirai Bambu -julukan China- yang mulai berlaku kemarin. Bahkan Presiden AS Donald Trump mengancam bakal menerapkan lagi untuk komoditas yang lebih banyak.

Seperti dilansir BBC, Kementerian perdagangan China mengaku telah mengajukan keberatan mereka terhadap kebijakan tarif impor AS kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Sementara itu Rusia telah mengumumkan tarif tambahan terhadap impor AS sebagai balasan penerapan untuk tarif baja AS sebelumnya.

Beijing sendiri menuding AS sebagai pihak yang memicu "perang dagang terbesar dalam sejarah ekonomi". Tarif impor AS kepada produk asal China senilai USD34 miliar atau setara dengan Rp488 triliun seperti diketahui mulai berlaku pada, Jumat kemarin.

Kebijakan itu lantas langsung direspons China dengan memberlakukan tarif 25% terhadap 545 produk asal AS - termasuk mobil, kacang kedelai dan lobster - yang total bernilai mencapai sebesar USD34 miliar. Sedangkan Rusia memperkenalkan tarif tambahan pada berbagai produk yang diimpor dari AS yang dapat digantikan oleh produk yang dibuat secara lokal.

Termasuk di dalamnya peralatan pembangunan jalan, produk untuk industri minyak dan gas, dan alat-alat yang digunakan dalam penambangan. Selanjutnya Trump juga telah memberlakukan tarif pada mesin cuci impor dan panel surya, dan mulai memungut retribusi pada impor baja dan aluminium dari Uni Eropa, Meksiko dan Kanada.

Tarif AS yang dikenakan sejauh ini akan mempengaruhi setara dengan 0,6% dari perdagangan global dan menyumbang 0,1% dari PDB global, menurut Morgan Stanley. Presiden AS mengatakan Amerika mungkin menargetkan barang-barang dari China hingga mencapai senilai USD500 miliar, dimana angka ini merupakan nilai total impor China pada tahun 2017.

Gedung Putih sebelumnya mengungkapkan akan berkonsultasi mengenai tarif pada produk lain senilai USD16 miliar, yang menurut dugaan Trump akan berlaku akhir bulan ini. "Anda memiliki 16 (miliar dolar) lainnya dalam dua minggu, dan kemudian, seperti yang Anda tahu, kita memiliki USD200 miliar dan kemudian setelah USD200 miliar, kita memiliki USD300 miliar di abeyance. OK? Jadi kita memiliki 50 ditambah 200 plus hampir 300," ujar Trump.

Tarif impor tinggi yang diterapkan Amerika diterangkan menjadi upaya Trump untuk melindungi para pekerja AS. Ditambah menurut Presiden menghentikan apa yang disebutnya "transfer teknologi Amerika yang tidak adil dan pencurian kekayaan intelektual ke China".
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ancaman Perang Dingin...
Ancaman Perang Dingin AS-China Lebih Besar Ketimbang Virus
Bangun Ekonomi Konsumen...
Bangun Ekonomi Konsumen Skala Besar, China Buka Pasar Bagi Perusahaan Semua Negara
Apakah Trump 2.0 Bikin...
Apakah Trump 2.0 Bikin Perang Dagang Memanas? China Cari Win-win Solusi
Sri Mulyani: Perang...
Sri Mulyani: Perang Dagang AS-China Bisa Berdampak ke Pemulihan Ekonomi
China Menyerah? Xi Jinping...
China Menyerah? Xi Jinping Sebut Tak Ada Pemenang dalam Perang Dagang Melawan AS
Perusahaan China Makin...
Perusahaan China Makin Banyak Masuk Daftar Hitam AS
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
2 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
2 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
2 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
3 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
4 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
4 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved