Wall Street Berakhir Mendatar Saat Ancaman Tarif AS Meluas

Sabtu, 21 Juli 2018 - 10:38 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Mendatar Saat Ancaman Tarif AS Meluas
A A A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street berakhir cenderung mendatar pada perdagangan, Jumat kemarin waktu setempat saat sinyal kuat periode laporan pendapatan dipimpin Microsoft. Di sisi lain penguatan ini diimbangi kecemasan konflik perdagangan saat Presiden AS Donald Trump memperluas ancaman tarif tinggi terhadap semua produk asal China.

Saham Microsoft Corp menyentuh rekor tertinggi dengan lesatan mencapai sebesar 2,0% pada kuartal kedua setelah melampaui perkiraan analis sebelumnya. Perusahaan ini bergabung dengan Apple Inc dan Amazon.com dalam perlombaan untuk menjadi perusahaan pertama yang bernilai USD1 triliun. Microsoft sebelumnya telah memberikan dorongan terbesar bagi tiga indeks utama pasar saham AS.

Di sisi lain, Trump mengatakan dia siap untuk memaksakan tarif tinggi impor terhadap produk China senilai USD500 miliar sebagai kebijakan proteksionis terbaru Negeri Paman Sam -julukan AS- yang berpotensi memicu aksi pembalasan dari mitra perdagangan AS di seluruh dunia. Trump juga mengulangi kenaikan kritikan terhadap kenaikan suku bunga acuan yang direncanakan oleh Federal Reserve.

Melalui kicauan lewat akun resmi Twitter-nya, Trump mengungkapkan bahwa pengetatan kebijakan moneter AS bisa mengurangi keuntungan perdagangan Amerika Serikat. Komentar tersebut lantas memicu kekhawatiran bahwa Presiden akan mendorong Ketua Fed Jerome Powell untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga AS atau Fed rate oleh bank sentral AS, yang dapat meningkatkan tekanan inflasi.

Musim pelaporan kuartal kedua menjadi momentum keuntungan, ketika analis memperkirakan bakal tumbuh lebih optimistis. Penghasilan perusahaan indeks S & P 500 saat ini teleh tumbuh 22,0% secara kuartalan dibandingkan peningkatan 20,7% pada 1 Juli. Sejauh ini, 87 perusahaan S & P 500 telah posting hasil mencapai sebesar 83,9% untuk melewati prediksi sebelumnya.

Dow Jones Industrial Average tercatat jatuh mencapai 3,66 poin atau 0,01% ke level 25.060,84 sedangkan indeks S & P 500 kehilangan 2,1 poin setara dengan 0,07% menjadi 2.802,39. Selanjutnya komposit Nasdaq lebih rendah 0,46 poin atau 0,01% di posisi 7.824,84.

Saham General Electric Co. jatuh 3,9% setelah melaporkan penurunan laba kuartalan lebih kecil dari perkiraan sebelumnya. Indeks S & P 500 membukukan 21 tertinggi dan dua terendah baru sedangkan komposit Nasdaq mencatat 99 tertinggi baru dan 30 terendah.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
3 jam yang lalu
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
3 jam yang lalu
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
3 jam yang lalu
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
3 jam yang lalu
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
3 jam yang lalu
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved