Penyelesaian Negosiasi Jadi Syarat Divestasi Freeport

Senin, 23 Juli 2018 - 21:27 WIB
Penyelesaian Negosiasi...
Penyelesaian Negosiasi Jadi Syarat Divestasi Freeport
A A A
JAKARTA - PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) harus menempuh berbagai macam proses untuk bisa menguasai mayoritas saham PT Freeport Indonesia. Ternyata proses tersebut tidak mudah, selain divestasi 51%, negosiasi lainnya juga harus tuntas terlebih dahulu.

"Terkait proses, tidak hanya divestasi saja tapi juga harus menyelesaikan negosiasi lain, seperti merubah IUPK sementara menjadi permanen. Kesepakatan dengan Pemerintah Daerah juga harus tuntas," ujar Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin saat rapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/7/2018).

Tidak hanya itu, Freeport Indonesia juga harus menyelesaikan komitmen pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian konsentrat (smelter) serta menyepakati terkait stabilitas investasi terkait perpajakan.

Sementara untuk proses divestasi 51% saham Freeport Indonesia tidak semata-mata berhenti pada penadatanganan HoA. Masih banyak kesepakatan yang harus ditempuh usai penandatanganan HoA antara Inalum, Freeport Indonesia, Rio Tinto, dan Freeport McMoRan.

"Rio Tinto ini ada Rio Tinto London, Rio Tinto Indonesia. Lalu ada Freeport Indonesia dan Freeport McMoRan. Langkah ini harus diselesaikan dengan kemungkinan ada 5-6 agreement," ujar dia.

Sesuai kesepakatan pokok-pokok HoA yang ditandatangani pada 12 Juli 2018, Inalum akan membeli saham divestasi Freeport senilai USD3,85 miliar. Perinciannya sebanyak USD3,5 miliar dialokasikan untuk pembayaran hak partisipasi Rio Tinto di Freeport dan sisanya USD350 juta untuk membeli saham Indocooper di Freeport.

Adapun langkah pertama, Inalum membeli 100% saham PT Rio Rinto Indonesia dari Rio Tinto London. Setelah itu, Inalum menukar 100% saham Rio Tinto Indonesia dengan 40% saham baru Freeport Indonesia. Lalu Inalum juga membeli dari Freeport McMoRan, 100% saham Indocopper yang memiliki 5,616% saham Freeport Indonesia.

"Pada akhir transaksi, Inalum memiliki yuridis formal 51% saham dan secara ekonomis juga 51% saham," kata dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Hasil Final Negosiasi...
Hasil Final Negosiasi 6 Bulan, Freeport Sepakat Beri 12% Saham Gratis ke Pemerintah
Sinyal Pemerintah Tambah...
Sinyal Pemerintah Tambah 10% Saham Freeport Makin Kuat, Tunggu 2 Minggu Lagi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
Berita Terkini
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
32 menit yang lalu
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
44 menit yang lalu
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
54 menit yang lalu
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
1 jam yang lalu
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
1 jam yang lalu
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
2 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved