Hapus Ketergantungan Impor, Pabrik Gula Terbesar Dibangun di Sulteng

Rabu, 25 Juli 2018 - 14:28 WIB
Hapus Ketergantungan...
Hapus Ketergantungan Impor, Pabrik Gula Terbesar Dibangun di Sulteng
A A A
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman terus berupaya agar swasembada gula tercapai sehingga terlepas dari ketergantungan impor. Kali ini di tahun 2018 Menteri Amran membangun pabrik gula di Bombana, Sulawesi Tenggara dengan kapasitas 12.000 tcd atau terbesar di Indonesia yang nilai investasinya mencapai Rp5 triliun.

“Pemerintahan Jokowi-JK menargetkan pembangunan pabrik gula sebanyak 10 unit agar volume impor menurun. Impor gula kita sekitar 3,6 sampai 4 juta ton nilainya mencapai Rp 10 triliun. Ini yang harus diselesaikan dengan dibangunya pabrik gula, volume impor turun. Kita membuat grand design untuk pembangunan pabrik gula ke depan yang sistematis seperti jagung, daging ayam dan telur ayam yang sudah ekspor,” demikian kata Amran pada kunjungan kerjanya di Bombana, Rabu (25/7/2028).

Amran menjelaskan pola yang digunakan dalam mewujudkan swasembada gula yakni seperti pengembangan komoditas jagung. Keberhasilan Indonesia tidak impor jagung bahkan telah ekspor ke berbagai negara akan dijadikan row model pengembangan tebu.

“Jadi peta jalanya sudah jelas. Caranya adalah agar gula ingin swasembada ke depan dengan tingkatkan luas lahan, produktivitas, rendemen, kemudian bagaimana pabriknya. Nah ini yang harus diperhatikan,” ujarnya.

Sejak awal Kementerian Pertanian merancang pembagunan pabrik gula di seluruh Indonesia, terdapat 28 investor yang berminat. Pabrik gula sudah dibangun di 6 lokasi yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Dompu, dan Jawa Timur dan yang di Bombana merupakan lokasi yang ke 6. Bahkan sudah ada lagi cikal bakal untuk dibangun pabrik gula di daerah lainnya.

“Kita siapkan lahan melalui kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kemudian investor kita permudah, jadi 28 investor kita kawal. Alhamdulillah di Bombana ini sudah 40 tahun lebih diinginkan bangun pabrik gula dan baru hari ini ada tanda-tanda dan mulai April 2018 ini, pengiriman peralatan sudah jalan dan April tahun depan sudah mulai berjalan penggilingan,” beber Amran.

Lebih lanjut Amran menekanan bahwa sesuai arahan Bapak Presiden, agar memberikan ruang yang sebesar-besarnya untuk petani menjadi plasma. Kemudian, dalam pembangunan pabrik gula ini kata kuncinya adalah tingkatkan produktivitas. Rata-rata produktivitas tebu nasional 60 sampai 70 ton per ha dengan rendemenya 8 persen.

“Tapi mulai sekarang akan ditingkatkan produkvitasnya menjadi 100 ton per ha dengan rendemen 10 persen. Untuk mewujudkan ini, kami melibatkan ahli dari India, IPB, Unhas dan ahli dari Kementan, semua berkumpul membuat rancangan percobaan penelitian,” ujarnya.

“Bahkan yang teknologi dari Australia mampu menghasilkan tebu 140 ton per ha. Kita gunakan pabrik dan teknologi budidaya tebu yang modern, semua modern,” sambung Amran.

Amran menyebutkan luas lahan tebu seluruh Indonesia mencapai 400 sampai 500 ribu ha. Jika tiba-tiba produktivitasnya naik menjadi 100 ton per ha, artinya produksi gula naik tajam. “Ini baru naikan produktivitasnya. Yang kedua, kita naikan rendemen minimal 10 persen, produksi gula pun akan meningkat,” sebutnya.

Dalam kunjungan kerja di Bombana ini, Mentan Amran pun melakukan panen padi dan menggenjot pengembangan budidaya kelapa. Bantuan Kementan di Bombana di tahun 2018 berupa pengembangan kedelai 50 ha, padi ladang 250 ha, jagung hibrida 525 ha, rehabilitasi jaringan irigasi 1.000 ha, pembangunan embung 3 unit, hand traktor 20 unit dan inseminasi buatan 600 ekor.

“Bantuan kami tambah, hand traktor tambah lagi 20 unit. Bantuan juga untuk jagung 15 ribu ha berupa benih dan pupuk, bantuan kapur 30 ha satu sampai dua minggu terkirim, bibit kelapa unggul 40 ribu pohon dan antuan juga berupa tenaga pendamping ternak,” ucap Amran.

Bupati Bombana, Tafdil mengatakan Mentan Andi Amran Sulaiman adalah menteri yang paling dekat dengan petani. Pasalnya terasa sekali sentuhanya dengan petani dengan meluangkan banyak waktu di lapangan dan memberi banyak bantuan.

“Buktinya, program UPSUS luar biasa hasilnya. Sebelum adanya program ini, produksi padi di tahun 2014 hanya 53 ribu ton, tapi setelah upsus produksi 2017 mencapai 84 ribu ton dan 2018 ditargetkan 87 ribu ton. Sementara ebutuhan beras hanya 35 ribu ton,” bebernya.

Hadir pada kunjungan ini, Asisten Teritorial TNI AD, Mayjen TNI Supartodi, Anggota Komisi IV DPR RI, Umar Arsyal, Bupati Bombana, Tabil, Kepala Balai Besar Mekanisasi Pertanian sekaligus Penanggung Jawab Program Upaya Khusus (UPSUS) Sulawesi Tenggara, Andi Nur Alam Syah dan Kepala Dinas Pertanian Bombana, Andini Nur Alam.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Kementan Urus...
Strategi Kementan Urus Stabilitas Gula Pasir Tuai Pujian
Akademisi Optimis Masalah...
Akademisi Optimis Masalah Gula Pasir Segera Tuntas
Pakar Pangan IPB: 10...
Pakar Pangan IPB: 10 Tahun Pun Tak Cukup untuk Bisa Swasembada Gula
Pasok Gula, Kementerian...
Pasok Gula, Kementerian Perdagangan Gandeng Angels Products
Mencapai Swasembada...
Mencapai Swasembada Gula Konsumsi Melalui Pengelolaan Data secara Online
Mentan Targetkan Harga...
Mentan Targetkan Harga Gula Turun Menjadi Rp12.500 per Kg
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
4 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
4 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
4 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
5 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
6 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
6 jam yang lalu
Infografis
Negara Arab dengan Cadangan...
Negara Arab dengan Cadangan Emas Terbesar di 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved