Semester I/2018, Pendapatan Bersih Krakatau Steel Naik 34,75%

Senin, 30 Juli 2018 - 16:30 WIB
Semester I/2018, Pendapatan...
Semester I/2018, Pendapatan Bersih Krakatau Steel Naik 34,75%
A A A
JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mencatat peningkatan kinerja yang signifikan pada semester I/2018. Pendapatan bersih Krakatau Steel meningkat 34,75% dengan kenaikan keuntungan sebesar 7,82%. Di semester I/2018 Krakatau Steel juga membukukan laba operasi yang meningkat sebesar 110,19%.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Mas Wigrantoro Roes Setiyadi mengatakan, perseroan mengalami peningkatan volume penjualan sebesar 24,44% menjadi 1.046.661 ton. Hal ini diikuti dengan kenaikan pendapatan 34,75% menjadi USD854,27 juta yang berakibat pada peningkatan laba operasi sebesar 110,19% menjadi USD9,34 juta.

"Salah satu faktor yang mendukung peningkatan pendapatan di Semester I/2018 ini adalah adanya peningkatan harga jual dari produk baja HRC (Hot Rolled Coil)," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (30/7/2018).

Dia melanjutkan, harga jual HRC meningkat dari USD640-USD680 per ton pada triwulan I/2018 menjadi USD740 per ton di awal Juni 2018. Harga jual rata-rata HRC meningkat 12,52% year on year (yoy) menjadi USD660 per ton dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu sebesar USD587 per ton.

"Penjualan produk tertinggi pada semester ini adalah HRC, peringkat kedua adalah CRC (Cold Rolled Coil) dan peringkat ketiga adalah long product. Produk HRC mengalami peningkatan volume penjualan 47,10% dengan total penjualan sebesar 576.652 ton, CRC meningkat 9,71% sejumlah 288.608 ton dan long product sebesar 4,27% dengan total penjualan 141.824 ton," jelasnya

Sementara Direktur Pemasaran Purwono Widodo mengatakan, perseroan terus memacu volume penjualan di tengah gempuran impor produk baja dan unfair trade yang tengah dihadapi saat ini. Dia mengungkapkan, pada triwulan I/2018 telah terjadi peningkatan volume impor baja paduan dari China sebesar 59% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

"Peningkatan impor tersebut hanya terjadi pada Indonesia. Sementara pada negara ASEAN lainnya hal tersebut tidak terjadi," ungkapnya.

Dia melanjutkan, penyalahgunaan kategori pos tarif baja paduan, praktek circumvention yang dilakukan oleh eksportir China, dan kebijakan pemerintah untuk menghapus ketentuan Pertimbangan Teknis melalui Permendag 22/2018 sangat berdampak pada industri baja dalam negeri.

"Kami harap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali permendag tersebut dan mendukung industri baja domestik," tuturnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stafsus Wakil Presiden...
Stafsus Wakil Presiden Apresiasi Kinerja Krakatau Steel
Tak Lagi Merugi, Kinerja...
Tak Lagi Merugi, Kinerja Kinclong Krakatau Steel Diakui
Restrukturisasi, Utang...
Restrukturisasi, Utang Krakatau Steel Susut Rp3,3 Triliun
Kejar Revenue Rp2 T,...
Kejar Revenue Rp2 T, Krakatau International Port Target Layani 5.000 Kapal
Krakatau Steel Raih...
Krakatau Steel Raih Laba Bersih Rp329 Miliar di Kuartal I/2021
Pertagas-Krakatau Steel...
Pertagas-Krakatau Steel Sinergi Penggunaan Material Pipa Minyak di Blok Rokan
Berita Terkini
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
38 menit yang lalu
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
1 jam yang lalu
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
1 jam yang lalu
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
2 jam yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
2 jam yang lalu
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
3 jam yang lalu
Infografis
Pendapatan Arab Saudi...
Pendapatan Arab Saudi dari Pelaksanaan Haji Rp248,2 Triliun Per Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved