Pelemahan Rupiah Diprediksi Hanya Sementara
Rabu, 01 Agustus 2018 - 09:03 WIB
Pelemahan Rupiah Diprediksi Hanya Sementara
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan rupiah yang tertahan kenaikannya dan cenderung melemah diharapkan hanya bersifat sementara seiring kenaikan yang terjadi dalam beberapa hari sebelumnya.
Diharapkan rilis inflasi akan berada di kisaran level 0,48%-0,64% dan beberapa data makro ekonomi lainnya dapat memberikan sentimen positif, sehingga rupiah dapat tertahan pelemahannya dan menemukan kembali momentum kenaikannya.
"Meski demikian, tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah," ujar pengamat pasar modal Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (1/8/2018).
Di perkirakan Reza, rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.400/USD-Rp14.421/USD. Sementara, pergerakan rupiah kemarin sedikit mengalami pelemahan seiring laju USD yang berbalik menguat.
Adanya rilis BoJ yang masih mempertahankan kebijakan suku bunga rendahnya membuat laju JPY melemah, sehingga USD dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk berbalik terapresiasi.
"Sementara itu, dari dalam negeri adanya penilaian dan langkah koordinasi dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) turut memberikan sentimen positif pada rupiah," pungkasnya.
Diharapkan rilis inflasi akan berada di kisaran level 0,48%-0,64% dan beberapa data makro ekonomi lainnya dapat memberikan sentimen positif, sehingga rupiah dapat tertahan pelemahannya dan menemukan kembali momentum kenaikannya.
"Meski demikian, tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah," ujar pengamat pasar modal Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (1/8/2018).
Di perkirakan Reza, rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.400/USD-Rp14.421/USD. Sementara, pergerakan rupiah kemarin sedikit mengalami pelemahan seiring laju USD yang berbalik menguat.
Adanya rilis BoJ yang masih mempertahankan kebijakan suku bunga rendahnya membuat laju JPY melemah, sehingga USD dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk berbalik terapresiasi.
"Sementara itu, dari dalam negeri adanya penilaian dan langkah koordinasi dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) turut memberikan sentimen positif pada rupiah," pungkasnya.
(ven)