Kerek Ekspor Pesawat Terbang Demi Tambah Devisa

Kamis, 02 Agustus 2018 - 20:12 WIB
Kerek Ekspor Pesawat...
Kerek Ekspor Pesawat Terbang Demi Tambah Devisa
A A A
JAKARTA - Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor pesawat terbang untuk menambah devisa. Guna mewujudkannya, Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Marolop Nainggolan menggelar pertemuan teknis dengan tema “Peluang Dan Potensi Ekspor Pesawat Udara Indonesia.

Terang dia, hal ini untuk menunjukkan potensi ekspor pesawat terbang ke beberapa negara. “Pesawat terbang buatan Indonesia sudah banyak diekspor ke mancanegara dan masih bisa terus ditingkatkan,” ujar Marolop lewat keterangan resmi kepada SINDOnews di Jakarta, Kamis (2/8/2018).

Pertemuan teknis ini menghadirkan narasumber dari PT Dirgantara Indonesia, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan. Selain itu, pertemuan ini dihadiri perwakilan kementerian lembaga terkait seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian BUMN.

Dalam pertemuan teknis ini disampaikan bahwa sampai tahun 2017 PT Dirgantara Indonesia telah membuat sebanyak 431 unit pesawat terbang. Tipe yang paling banyak dipesan antara lain NC212i sebanyak 110 unit, helikopter NBO105 sebanyak 122 unit, dan saat ini sedang dikembangkan jenis CN 235, pesawat terbang kecil dengan kapasitas 40 pak.

Pertemuan tersebut mengemuka beberapa hambatan yang ditemui negara calon pembeli, seperti tidak cukupnya dana buyer untuk melakukan pembayaran dan peraturan yang mengharuskan pembelian dilakukan melalui agen setempat. Hambatan lainnya adalah adanya negara yang terkena sanksi PBB dan permintaan buyer untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan.

PT Dirgantara Indonesia juga menyampaikan adanya rencana pembelian dari buyer Nigeria, namun masih terkendala sistem pembayaran. Hal ini disebabkan oleh permintaan buyer agar pembayaran dilakukan melalui counter purchase yakni pembayaran melalui pihak kedua yang dilakukan rekanan Indonesia. “Melalui pertemuan ini diharapkan diperoleh informasi mengenai hambatan, tantangan, serta masukan terkait peluang ekspor pesawat terbang Indonesia,” pungkas Marolop.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bangga, PT DI Ekspor...
Bangga, PT DI Ekspor Lagi Pesawat CN235 Senilai Rp354 Miliar
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
PT Dirgantara Indonesia...
PT Dirgantara Indonesia Terima Pesanan 21 Unit Pesawat N219
China dan Indonesia...
China dan Indonesia Makin Mesra, Nilai Ekspor Nasional Tembus Rp1.000 Triliun
Target Nilai Ekspor...
Target Nilai Ekspor Non Migas Indonesia Dipangkas Jadi USD135 Miliar
Menhan Prabowo Dukung...
Menhan Prabowo Dukung Pemasaran Pesawat CN235 ke Internasional
Berita Terkini
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
27 menit yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
36 menit yang lalu
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
1 jam yang lalu
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
1 jam yang lalu
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
11 jam yang lalu
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
13 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved