Target Nilai Ekspor Non Migas Indonesia Dipangkas Jadi USD135 Miliar
Senin, 07 September 2020 - 22:30 WIB
loading...
Mendag Agus Suparmanto mengatakan, nilai ekspor non migas Indonesia hingga akhir tahun 2020 mengalami revisi menjadi USD135 miliar. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia mencapai USD12,03 milar per Juni 2020. Capaian ini meningkat 15,09% dibanding ekspor Mei 2020. Demikian juga dibanding Juni 2019 meningkat 2,28%
Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan ,pihaknya menargetkan nilai ekspor non migas Indonesia hingga akhir tahun nanti mencapai USD135 miliar. Target itu mengalami revisi karena pada tahun lalu pihaknya yakin dapat memperoleh USD165 miliar.
(Baca Juga: Neraca Dagang RI Surplus Tertinggi Selama 9 Tahun, Mendag Minta Bantuan UMKM )
"Ekspor hingga akhir tahun USD135 miliar. Memang target tahun lalu USD165 miliar. Nanti 2021 diharapkan USD 185 untuk non migas," kata Agus di gedung iNews Tower, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2020).
Dia menjelaskan, beberapa sektor perdagangan memang kini kinerjanya sudah mulai membaik seperti terlihat dalam Purchasing Manager's Index (PMI). Selain itu, pertanian pun tetap menunjukkan tren yang positif seperti semester I-2020.
"PMI sudah membaik, sehingga nanti ada demand dan ini merupakan meningkatkan eksport kita juga baik. Terutama khususnya di sektor industri. Memang sektor ini yang baik, pertanian, sawit, cukup stabil. Ini akan kita tingkatkan," ujarnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juni tercatat surplus USD1,27 miliar. Surplus terjadi karena nilai ekspor lebih besar dari impor.
Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan ,pihaknya menargetkan nilai ekspor non migas Indonesia hingga akhir tahun nanti mencapai USD135 miliar. Target itu mengalami revisi karena pada tahun lalu pihaknya yakin dapat memperoleh USD165 miliar.
(Baca Juga: Neraca Dagang RI Surplus Tertinggi Selama 9 Tahun, Mendag Minta Bantuan UMKM )
"Ekspor hingga akhir tahun USD135 miliar. Memang target tahun lalu USD165 miliar. Nanti 2021 diharapkan USD 185 untuk non migas," kata Agus di gedung iNews Tower, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2020).
Dia menjelaskan, beberapa sektor perdagangan memang kini kinerjanya sudah mulai membaik seperti terlihat dalam Purchasing Manager's Index (PMI). Selain itu, pertanian pun tetap menunjukkan tren yang positif seperti semester I-2020.
"PMI sudah membaik, sehingga nanti ada demand dan ini merupakan meningkatkan eksport kita juga baik. Terutama khususnya di sektor industri. Memang sektor ini yang baik, pertanian, sawit, cukup stabil. Ini akan kita tingkatkan," ujarnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juni tercatat surplus USD1,27 miliar. Surplus terjadi karena nilai ekspor lebih besar dari impor.
Lihat Juga :