Bank of England Naikkan Suku Bunga Acuan

Jum'at, 03 Agustus 2018 - 03:27 WIB
Bank of England Naikkan...
Bank of England Naikkan Suku Bunga Acuan
A A A
LONDON - Bank of England (BoE) telah menaikkan suku bunga acuan untuk kedua kalinya dalam satu dekade. Angka ini telah meningkat seperempat poin dari 0,5% menjadi 0,75% atau menjadi level tertinggi sejak Maret.

Seperti dilansir BBC, langkah ini bakal meningkatkan biaya bunga lebih dari tiga setengah juta hipotek perumahan yang memiliki tingkat variabel atau rate. Tetapi hal ini bakal disambut oleh nasabah yang melihat kenaikan suku bunga memberikan keuntungan dalam beberapa bulan mendatang.

Namun, setelah kenaikan tarif terakhir pada bulan November, setengah dari rekening tabungan tidak bergerak sama sekali. Komite Kebijakan Moneter Bank telah diprediksi sebelumnya bakal mengerek suku bunga pada bulan Mei, tetapi ekonomi sempat mengalami pelemahan di awal tahun.

Sebagian besar tekanan terhadap ekonomi dikarenakan kondisi iklim yang dijuluki dengan the Beast from the East. Dipimpin oleh Gubernur Mark Carney, bank saat ini percaya diri bahwa kemerosotan tersebut hanya bersifat sementara dan pertumbuhan ekonomi akan pulih dari tingkat 0,2% yang terlihat pada kuartal pertama, menjadi 0,4% pada kuartal kedua dan mempertahankan laju tersebut di akhir tahun.

Perbankan berpegang pada panduan sebelumnya bahwa akan ada kenaikan suku bunga lanjutan, tetapi Mr Carney mengatakan ini kebijakan tersebut terbatas dan bertahap. "Kenaikan diharapkan secara bertahap. Kebijakan ini harus berjalan, tidak lari atau berdiri diam," jelasnya.

Namun, Institute of Directors mengatakan Bank telah "melompat dengan pistol" dengan menaikkan suku bunga acuan saat ini. "Kenaikan ini mengancam bakal meredam kepercayaan konsumen dan bisnis pada saat kondisi sudah rapuh. Pertumbuhan tetap tenang, dan rebound parsial baru-baru ini yang setidaknya bisa diharapkan setelah kurangnya kemajuan di kuartal pertama tahun ini," ungkapnya.

Pihak bank menerangkan peningkatan ekonomi didukung oleh pengeluaran rumah tangga, yang menurut Bank "tidak menentu" pada awal tahun. Selain itu diterangkan bahwa serangkaian penutupan toko belum lama ini di High Street tidak mencerminkan kurangnya keinginan untuk berbelanja.

Dalam Laporan Inflasi Triwulan, Bank mengatakan: "Meskipun pada tahun lalu jumlah penutupan ritel telah meningkat dan kejatuhan ritel telah turun, kontak agen Bank menunjukkan bahwa sebagian besar mencerminkan pergeseran permintaan konsumen ke toko online dan dari barang ke layanan,".

Kepala Ekonom British Chambers of Commerce Suren Thiru mengatakan, keputusan untuk menaikkan suku bunga acuan diharapkan mampu mendongkrak perekonomian yang tengah lesu. "Kenaikan seperempat poin mungkin memiliki dampak keuangan jangka panjang yang terbatas pada sebagian besar bisnis, meski berisiko merongrong kepercayaan pada saat ketidakpastian politik dan ekonomi yang signifikan," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
57 menit yang lalu
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
9 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
9 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
9 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
10 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
10 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved