Dongkrak Konversi Devisa ke Rupiah, Indonesia Bisa Tiru Thailand

Sabtu, 04 Agustus 2018 - 17:29 WIB
Dongkrak Konversi Devisa...
Dongkrak Konversi Devisa ke Rupiah, Indonesia Bisa Tiru Thailand
A A A
JAKARTA - Devisa hasil ekspor (DHE) selama ini seperti disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution banyak terparkir di bank luar negeri dengan berbagai alasan. Lantaran itu, pemerintah perlu belajar dari Thailand untuk memaksa pengusaha yang mengendapkan dananya di luar.

"Idealnya untuk memulangkan devisa hasil ekspor, kita harus belajar ke Thailand. Di Thailand ada kewajiban eksportir untuk menahan DHE hingga 12 bulan dibank dalam negeri berdasarkan Exchange Control Act. Jadi devisa Thailand lebih stabil terutama di tengah gejolak ekonomi global seperti saat ini," ujar ekonom dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Sabtu (4/8/2018).

(Baca Juga: Tambal Kebocoran Ekonomi, Darmin Dorong Konversi Devisa ke Rupiah )
Seperti diketahui tercatat dari 80 hingga 81% yang membawa masuk uang hasil ekspor, hanya 15% saja yang dikonversi menjadi rupiah. Sebagian besar dari uang hasil ekspor itu dinilai disimpan dalam bentuk tabungan valas, deposito, maupun giro.

Lebih lanjut, Bhima menambahkan DHE yang bisa ditarik atau ditukarkan ke rupiah bisa meningkatkan perekonomian Indonesia dan membantu pertumbuhan ekonomi. "Kalau DHE-nya ditarik pulang ke Indonesia, efeknya akan signifikan memperkuat rupiah. DHE yang masuk sifatnya ke net capital inflow masuk ke likuiditas perbankan. Bank juga bisa gunakan DHE untuk salurkan pembiayaan lebih besar ke sektor riil," paparnya.

Masalahnya kebijakan memulangkan DHE ini, menurutnya terletak pada himbauan dan insentif. Sebab, sistem devisa Indonesia dinilai terlalu bebas. "Kalau sekedar moral suassion atau seruan efeknya hampir dipastikan kecil. Soal insentif juga kurang efektif tarik DHE," terang dia.

"Sebelumnya Bank Indonesia (BI) sudah buat paket kebijakan soal insentif DHE tapi yang dikonversi ke rupiah sampai saat ini hanya 15-25%. Adapun 90% DHE yang masuk ke Indonesia hanya dalam hitungan hari bisa kembali ke luar negeri. Sistem devisa kita kelewat liberal," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mendag Sebut Top 10...
Mendag Sebut Top 10 Destinasi Ekspor Utama RI Tumbuh 71,65%
Buat Bayar Utang, Cadangan...
Buat Bayar Utang, Cadangan Devisa RI Turun Jadi USD133,1 Miliar
Menko Airlangga: DHE...
Menko Airlangga: DHE SDA Memperkuat Cadangan Devisa dan Ekonomi Nasional
China Percantik Data...
China Percantik Data Ekspor, Kredibilitas Dipertanyakan
RI harus Jeli Melihat...
RI harus Jeli Melihat Peluang Ekspor
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
16 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
40 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
46 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved