AS Siapkan Sanksi Dagang ke Indonesia Sebesar Rp5,05 Triliun

Selasa, 07 Agustus 2018 - 14:52 WIB
AS Siapkan Sanksi Dagang...
AS Siapkan Sanksi Dagang ke Indonesia Sebesar Rp5,05 Triliun
A A A
GENEVA - Amerika Serikat meminta Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) untuk menjatuhkan sanksi dagang kepada Indonesia senilai USD350 juta atau setara Rp5,05 triliun (kurs Rp14.453 per USD).

Hal ini dilakukan setelah AS memenangkan gugatan sengketa perdagangan di WTO. Dalam gugatan itu, Indonesia kalah dalam banding. AS meradang atas pembatasan impor produk-produk pertanian dan peternakan mereka yang dilakukan pemerintah Indonesia. Diantaranya apel, anggur, kentang, jus, buah kering, bawang, daging sapi dan daging ayam.

Melansir dari Reuters, Selasa (7/8/2018), Pemerintah AS mengatakan sanksi tersebut berdasarkan total kerugian industri pertanian dan peternakan AS yang mencapai USD350 juta pada tahun 2017.

"Pengajuan terbaru dari AS karena Indonesia belum mematuhi putusan WTO, sehingga Washington memberi sanksi tahunan atas kompensasi kerugian yang dilakukan terhadap kepentingan bisnis AS. Berdasarkan analisa awal, tingkat kerugian sementara diperkirakan USD350 juta pada 2017. Amerika akan memperbarui angka ini setiap tahun karena ekonomi Indonesia terus berkembang," tulis laporan tersebut seperti dikutip Reuters.

Kendati AS memenangi gugatan di WTO, proses pengenaan sanksi dagang ini diproyeksi akan memakan waktu cukup lama karena Indonesia akan kembali mengajukan banding.

Selain itu, Indonesia dikabarkan telah melobi pejabat senior AS agar tetap masuk dalam daftar negara-negara Asia Tenggara yang menerima persyaratan perdagangan khusus di bawah Sistem Preferensi Umum (Generalized System of Preferences/GSP). Sebuah fasilitas yang memberi pengurangan tarif hingga sekitar USD2 miliar terhadap ekspor Indonesia ke AS.

Dan pada April lalu, Kantor Perwakilan Dagang Amerika mengatakan sedang mengkaji kelayakan Indonesia dalam GSP. Hal ini terkait kebijakan Jakarta soal hambatan perdagangan dan investasi, dimana jangan sampai memberi efek negatif bagi perdagangan AS.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kandidat dari Saudi:...
Kandidat dari Saudi: Perbaiki WTO Butuh Manajemen dan Kepemimpinan
Cak Imin Usul Indonesia...
Cak Imin Usul Indonesia Keluar dari WTO demi Ketahanan Ekonomi Nasional
Wamendag Tegaskan ke...
Wamendag Tegaskan ke WTO, RI Berkomitmen pada Sistem Ekonomi Terbuka
Praktik Perdagangan...
Praktik Perdagangan China Mendapat Kecaman Keras
RI Kalah Gugatan di...
RI Kalah Gugatan di Meja WTO, Intip Kinerja dan Prospek Emiten Nikel
Kalah Gugatan Soal Larangan...
Kalah Gugatan Soal Larangan Ekspor Nikel di WTO, Jokowi Pastikan RI Naik Banding
Berita Terkini
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
25 menit yang lalu
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
55 menit yang lalu
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
1 jam yang lalu
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
1 jam yang lalu
Harga BBM dan LPG Subsidi...
Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Komisi XII Ingatkan Dampaknya terhadap Daya Beli
2 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved