Praktik Perdagangan China Mendapat Kecaman Keras

Jum'at, 22 Oktober 2021 - 14:02 WIB
loading...
Praktik Perdagangan...
Kebijakan perdagangan China mendapat kritik keras ketika Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) melakukan peninjauan berkala. Foto/Dok
A A A
BEIJING - Kebijakan perdagangan China mendapat kritik keras ketika Organisasi Perdagangan Dunia ( WTO ) melakukan peninjauan berkala. Amerika Serikat (AS) untuk kesekian kalinya kembali menuduh China menggunakan pratik perdagangan yang tidak adil seperti memberikan perlakukan istimewa buat bisnis domestik.

Seperti dilansir BBC, sementara itu Australia mengatakan perilaku China tidak konsisten dengan komitmen WTO. China sendiri mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memperdalam reformasi dan membuka ekonominya.

Baca Juga: Lagi, Biden Sebut Tidak Ingin Perang Dingin dengan China

Ulasan WTO biasanya dilaksanakan cukup rutin. Diamanatkan dalam perjanjian organisasi, kebijakan perdagangan negara-negara anggota diperiksa dan dievaluasi secara berkala. Untuk negara-negara terbesar seperti China, ini terjadi setiap dua tahun.

Desember ini menandai 20 tahun sejak China bergabung dengan WTO, tetapi para kritikus mengatakan reformasi pasar negara Tirai Bambu itu tidak signifikan.

Aturan Perdagangan Diuji
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Hindari Blokade AS,...
Hindari Blokade AS, Iran Alihkan Perdagangan ke Jalur Kereta Api China
Ide Purbaya Pajaki Kapal...
Ide Purbaya Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka, Mirip Hormuz
AS Blokade Total Selat...
AS Blokade Total Selat Hormuz, Perdagangan Iran via Laut Diklaim Lumpuh 36 Jam
BRICS Makin Solid, Perdagangan...
BRICS Makin Solid, Perdagangan China-India Cetak Rekor Rp2.623 Triliun
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
Ekonomi China Melambat,...
Ekonomi China Melambat, Generasi Muda Hadapi Pengangguran dan Tekanan Hidup
Rekomendasi
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Ruben Onsu Siap Daftarkan...
Ruben Onsu Siap Daftarkan Gugatan Hak Asuh Anak Usai Pulang Umrah
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Berita Terkini
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved