Pacu Peningkatan Volume Ekspor Melati di Jawa Tengah

Kamis, 09 Agustus 2018 - 14:05 WIB
Pacu Peningkatan Volume...
Pacu Peningkatan Volume Ekspor Melati di Jawa Tengah
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan komitmen meningkatkan ekspor berbagai komoditas pangan. Kini, Kementan tengah fokus meningkatkan volume ekspor bunga melati yang merupakan salah satu jenis tanaman hias.

“Sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk meningkatkan produksi dan mendorong ekspor guna mendulang dollar 2018 semakin nyata, kami berupaya tingkatkan ekspor benih horti, ekspor sayuran, buah, juga tanaman hias seperti bunga melati, produk berkualitas dan berdaya saing di pasar dunia,” kata Dirjen Hortikultura Suwandi, saat berkunjung ke Kabupate Tegal, Jawa Tengah, Kamis (9/8/2018).

Dia menjelaskan pengembangan bunga melati di Indonesia sangat menjanjikan. Pasalnya, sebagai negara tropis, Indonesia memiliki alam dan sumberdaya cocok untuk tanaman hias, seperti bunga melati. Ini buktinya di Jawa Tengah terutama di Kabupaten Tegal, Pemalang, Batang dan Pekalongan tumbuh subur tanaman melati 600 hektar.

“Jawa Tengah dominan jenis melati putih, di samping untuk dipasarkan di dalam negeri juga ekspor. Kami mendorong tingkatkan produksi, memperkuat kemitraan petani dengan eksportir. Kuncinya produksi dan ekspor agar ditingkatkan, sehingga bisa memperoleh devisa dan mensejahterakan mereka,” jelas Suwandi.

Selanjutnya, diuraikan Suwandi, untuk meningkatkan volume ekspor dilakukan peningkatan luas dan produksi, perkuat pola kemitraan, kemudahan investasi, pelayanan perkarantinaan untuk ekspor. “Ini buktinya PT. Alamanda Utama Sejahtera bermitra dengan petani, hari ini ekspor 1 ton ke Singapura, Malaysia dan Thailand,” ujarnya.

Sementara itu, Perwakilan PT. Alamanda Utama Sejahtera, Deni Hardiman mengatakan mengambil bunga melati dari petani di empat kabupaten rutin tiap hari. Bulan puncak permintaan tertinggi ekspor pada Oktober-Desember, namun karena pasokan relatif sama, maka harga menjadi tinggi Rp 300 ribu per kg, sedangkan saat normal Rp 80 ribu perkg.

“Tahun 2018 prediksi ekspor minimal 100 ton. Harapan kami seiring permintaan ekpor tinggi, ini sangat cerah dan prospektif, relatif tidak ada kompetitor negara lain. Ini mesti ditingkatkan tanam dan produksinya,” kata dia.

“Sebelum diekspor melalui Bandara Soekarno-Hatta, dilakukan proses sortasi, grading dan packaging untuk ekspor bunga segar dan proses merangkai untuk ekspor bunga ronce melibatkan ribuan ibu rumahtangga sekitar,” sambung Deni.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal, Khofifah mengatakan pemerintah daerah Tegal memang dikenal dan sentranya bunga melati. Karena itu, pihaknya siap memperluas tanam di Kecamatan Lebaksiu dan sarana airnya. “Kami punya potensi lahan cukup luas, masyarakat sudah biasa membudidayakan tanaman hias. Kami siap perluas pengembangan bunga melati,” ujarnya.

Haji Wiryono, Ketua Kelompoktani di Desa Maribaya, Kecamatan Kramat, Tegal mengatakan menanam bunga melati lebih untung dari tanam lainnya. Umur tanaman hingga 20 tahun, pada 6 bulan pertama sudah bisa panen. “Keunggulannya tiap hari panen terus, sebagian dijual ke pasar Rawabelong, juga ke industri minunan teh dan sebagian dijual ke PT Alamanda untuk ekspor,” sebutnya.

Sementara itu, Sindu, petani sekaligus pedagang pengepul Desa Depok, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang mengatakan bunga melati yang dimilikinya dipasok ke PT Alamanda rutin tiap hari. Misalnya, hari ini dari Batang menjual 500 kg. Jumlah petani bunga melati di Batang sekitar 500 orang dengan lahan 200 hektare. “Untuk upah sortasi ini melibatkan ibu ibu rumahtangga sekitar dengan upah Rp 3000 per kg,” ucap Sindu.

Untuk diketahui melati merupakan tanaman hias genus semak berupa perdu dengan batang tegak dan hidup tahunan. Setidaknya ada 200 spesies melati yang tumbuh di daerah tropis. Bunga melati banyak dibudidayakan karena aromanya khas, bentuk mungil, warna indah dan berbagai manfaat dan lebih untung. Berbagai jenis melati antara lain melati gambir, melati raja, melati bintang, melati jepang, melati air, melati kartun melati kuning, melati merah, melati putih dan lainnya.

Jenis melati putih banyak diminati dan dijadikan puspa bangsa atau bunga nasional, karena dianggap melambangkan sebuah kesucian dan keharuman yang dikaitkan berbagai acara adat tradisi Indonesia. Acara adat suku Jawa dan Sunda biasa menggunakan ronce bunga melati untuk acara perkawinan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pengembangan Food Estate...
Pengembangan Food Estate Demi Jadikan Provinsi Kalteng Lumbung Pangan
Petani Parigi Moutong...
Petani Parigi Moutong Dimotivasi untuk Budidaya Jagung di Lahan Perkebunan Kelapa
Kabupaten Poso Dukung...
Kabupaten Poso Dukung Percepatan Tanam Melalui Sekolah Lapang
Jadikan Sektor Pertanian...
Jadikan Sektor Pertanian Sebagai Penyelamat Krisis
Kalau Bukan Penyuluh...
Kalau Bukan Penyuluh Siapa Lagi yang Bisa Menghubungkan Mentan dan Petani
Berita Terkini
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
1 jam yang lalu
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
2 jam yang lalu
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
12 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
12 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
13 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
14 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved