Ekonomi Jepang Cetak Rebound Pada Kuartal II/2018

Jum'at, 10 Agustus 2018 - 15:36 WIB
Ekonomi Jepang Cetak...
Ekonomi Jepang Cetak Rebound Pada Kuartal II/2018
A A A
TOKYO - Ekonomi Jepang mencetak rebound pada kuartal kedua tahun 2018, untuk kembali tumbuh meskipun ketegangan dan ketidakpastian global semakin meningkat. Ekonomi tumbuh dengan laju tahunan lebih cepat dari perkiraan mencapai sebesar 1,9% ditopang oleh konsumsi swasta.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (10/8/2018) pertumbuhan ekonomi Jepang kembali setelah sempat menyusut pada kuartal pertama 2018 untuk pertama kalinya dalam dua tahun. Rilis data ini diumumkan saat para pejabat tinggi Jepang di Washington membahas perdagangan di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan global dengan AS.

Tingkat pertumbuhan Jepang pada periode April hingga Juni mengalahkan ekspektasi analis terhadap tingkat tahunan 1,4% dan muncul setelah ekonomi terbesar ketiga di dunia 0,9% yang direvisi pada kuartal pertama.

Pengeluaran konsumen menopang ekonomi antara April dan Juni, tetapi permintaan eksternal ekspor dikurangi impor membebani pertumbuhan. "Sementara pertumbuhan PDB riil di Q2 cukup kuat dan lebih tinggi dari perkiraan. Kami yakin sangat masuk akal untuk menyimpulkan bahwa momentum pertumbuhan untuk ekonomi Jepang secara keseluruhan secara bertahap mulai melambat," kata Nomura dalam sebuah catatan penelitian.

Angka-angka itu dirilis ketika Menteri Revitalisasi Ekonomi Jepang, Toshimitsu Motegi bertemu dengan Perwakilan Perdagangan AS, Robert Lighthizer di Washington. Motegi mengatakan mereka memiliki "pertukaran pandangan jujur" tetapi menegaskan kembali posisi Jepang bahwa pembicaraan multilateral menjadi cara terbaik untuk mengatasi masalah perdagangan, menurut Reuters.

Tahun lalu, administrasi Trump meninggalkan kesepakatan perdagangan Kemitraan Trans-Pasifik, di mana Jepang menjadi pemangku kepentingan utama, karena Trump melakukan agenda proteksionis setelah menjabat pada tahun 2016. Sejak itu AS memberlakukan tarif pada banyak mitra dagang utamanya, dan mengancam akan menjatuhkan tarif pada semua barang impor China ke AS.

Akibatnya, Jepang telah memilih mengalihkan fokus mereka pada pasar lain. Bulan lalu, Jepang dan Uni Eropa menandatangani salah satu kesepakatan perdagangan bebas terbesar di dunia, yang meliputi hampir sepertiga dari produk domestik bruto dunia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dalam Sekejap, 1.000...
Dalam Sekejap, 1.000 Lebih Perusahaan di Jepang Bangkrut
Dampak Inflasi Global...
Dampak Inflasi Global Merembes ke Ekonomi Jepang, Investor Cemas
Resesi, Jepang Tak Lagi...
Resesi, Jepang Tak Lagi Jadi Negara Ekonomi Terbesar Ketiga di Dunia
Ekonomi Tumbang, Jepang...
Ekonomi Tumbang, Jepang Pesimistis Pemulihan Bakal Berjalan Cepat
Terjun ke Jurang Resesi,...
Terjun ke Jurang Resesi, Aktivitas Pabrik di Jepang Semakin Memburuk
Inflasi Jepang Tembus...
Inflasi Jepang Tembus 4%, Pecah Rekor Pertama Sejak 1981
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
12 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
12 jam yang lalu
Infografis
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved