Alsintan Tekan Biaya Olah Tanah Cabai hingga 90%

Senin, 20 Agustus 2018 - 15:26 WIB
Alsintan Tekan Biaya...
Alsintan Tekan Biaya Olah Tanah Cabai hingga 90%
A A A
MAGELANG - Selama kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, hingga saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) telah menggelontorkan lebih dari 300 ribu alat dan mesin pertanian (alsintan) berbagai jenis ke seluruh pelosok tanah air. Kebijakan tersebut untuk menggenjot produksi pangan pokok, termasuk diantaranya aneka cabai dan bawang melalui efisiensi biaya produksi.

Menurut pengakuan Widodo, petani cabai di daerah Tegalrejo Magelang, bantuan alsintan dari Kementan sangat terasa manfaatnya. Yakni selain mempercepat pengolahan lahan juga menekan biaya pengolahan lahan hingga 90%.

"Biasanya kalau dengan nyangkul, kami harus keluarkan biaya Rp1 juta tiap 1.000 meter persegi lahan. Dengan kombinasi handtraktor dan kultivator, kami cukup keluar 4 liter solar dan ongkos operator Rp50 ribu per 1.000 meter persegi," ungkap Widodo di Magelang, Senin (20/8/2018).

Dengan demikian, lanjut Widodo, jika menggunakan buruh cangkul, biaya pengolahan lahan cabai yang dikeluarkan sebesar Rp10 juta per ha. Namun, dengan menggunakan Alsintan, biaya turun drastis yakni hanya R 800 ribu hingga Rp1 juta per ha.

"Dari perbandingan ini, terlihat dengan jelas biaya pengolahan lahan menggunakan alsintan jauh lebih efisien. Bahkan efektif dan hemat waktu. Jadi kebijakan Menteri Amran sangat tepat memajukan pertanian," sebut dia.

Hal senada diungkapkan Susiono, petani bawang merah di Desa Pasir Mijen Demak, penggunaan kultivator sangat meringankan beban biaya produksi, terutama saat pembuatan atau pengolahan bedengan. Saat upah buruh cangkul makin mahal, keberadaan alsintan seperti kultivator benar-benar terasa membantu petani, terutama saat pembuatan bedengan.

"Sanking mahalnya upah buruh cangkul, kadang penghasilan mereka malah lebih gede daripada petaninya sendiri. Selain kultivator, petani bawang di sini juga butuh instalasi sprinkle untuk penyiraman sekaligus mengusir hama bawang merah," imbuhnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Wijayanti, menuturkan pihaknya akan terus memfasilitasi kebutuhan alsintan budidaya dan pascapanen bagi petani hortikultura di daerahnya. Pasalnya, petani di Magelang sangat terbantu dengan makin banyaknya bantuan alsintan seperti handtractor, kultivator, sprinkle hingga motor roda-3.

"Kami juga dorong penggunaan teknologi seperti ozoniser untuk menyimpan cabai, mesin pengolah pasta, dryer dan sebagainya," tutur dia.

Direktur Usaha Karya Bersama (UKB) sekaligus Ketua Paguyuban 15 Bengkel di 7 Kabupaten, Hary Martono mengatakan untuk mendukung revolusi mekanisasi pertanian yang berbasis kerakyatan, pihaknya siap melayani permintaan di seluruh indonesia. Produk yang bisa dihasilkan dan sekaligus tepat guna bagi petani di antaranya Kultivator, Grader, APPO, pengolahan pasca panen cabai, bawang merah serta tomat.

"Semua produk ini bisa kami design sesuai dengan permintaan petani sehingga akan efisien yang nantinya bisa meningkatkan kesejahteraan petani," bebernya.

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Suwandi, menjelaskan kebijakan revolusi mekanisasi pertanian melalui penggunaan alsintan sangat membantu percepatan produksi hortikultura khususnya cabai dan bawang. Faktanya, kurun waktu 4 tahun terakhir ini produksi Cabai dan Bawang Merah terus meningkat setiap tahunnya melampaui kebutuhan nasional.

"Dengan alsintan, kita bisa atur pola tanam dalam skala luas secara lebih mudah dan cepat. Selain itu produk kita bisa lebih kompetitif," bebernya.

Terkait efisiensi biaya, sambung Suwandi, misalnya pada budidaya cabai, penggunaan mekanisasi pertanian secara umum bisa menekan biaya tenaga kerja hingga 40%. Dengan begitu, titik impas atau Break Event Point (BEP) produksi cabai jauh lebih murah.

"BEP produksi cabai dari Rp10.200 menjadi hanya sekitar Rp5.300 per kilogram. Petani untung, biaya kecil, produksi dan kualitas cabainya malah semakin naik," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Anggaran Bengkel Alsintan...
Anggaran Bengkel Alsintan Rp738 Juta per Desa, Buat Apa Saja?
Ubah Mindset Petani...
Ubah Mindset Petani di Food Estate dengan Alsintan
Genjot Produktivitas...
Genjot Produktivitas Pertanian, Pemerintah Dukung Modernisasi Alat dan Mesin Pertanian lewat KUR
DPR: Jaga Produktivitas,...
DPR: Jaga Produktivitas, Bengkel Alat Pertanian Harus Didukung
Kejari Cirebon Tahan...
Kejari Cirebon Tahan Dua ASN Terkait Korupsi Alsintan Kementan
Kejagung Periksa Tiga...
Kejagung Periksa Tiga Saksi dugaan Korupsi Alat Pertanian Kementan
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
8 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
9 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
11 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
11 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
12 jam yang lalu
Infografis
El Clasico di Tanah...
El Clasico di Tanah Borneo: Misi Persija Putus Dominasi Persib
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved