DPR: Jaga Produktivitas, Bengkel Alat Pertanian Harus Didukung
Selasa, 22 September 2020 - 11:16 WIB
loading...
Kementan membuat terobosan dalam upaya peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dan produktivitas di daerah sentra produksi guna mewujudkan swasembada pangan khususnya beras. Misalnya penyediaan alat mesin pertanian (alsintan). Foto/Dok. Kementan
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) membuat terobosan dalam upaya peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dan produktivitas di daerah sentra produksi guna mewujudkan swasembada pangan khususnya beras. Misalnya penyediaan mesin pertanian (alsintan) , benih unggul, pupuk hayati, dan pupuk unggul lainnya dan perbaikan jaringan irigasi serta mekanisasi pertanian.
Anggota Komisi IV DPR RI, Charles Meikyansah menilai penyediaan alsintan merupakan program terobosan yang memiliki peran strategis untuk meningkatkan efisiensi kerja, intensitas pertanaman, dan penurunan biaya produksi serta meningkatkan nilai tambah petani. Alokasi bantuan alsintan dari 2014-2019 sudah mencapai 450.000 unit dengan nilai kurang lebih Rp12 triliun. (Baca juga: Anggaran Bengkel Alsintan Rp738 Juta per Desa, Buat Apa Saja?)
Dengan nilai anggaran yang besar maka diperlukan pendampingan terhadap pemanfaatan alsintan. Khususnya dalam hal pemeliharaan untuk mengantisipasi kerusakan mengingat alat mesin pertanian mempunyai umur pakai yang terbatas.
“Oleh karena itu, kegiatan perbengkelan alsintan melalui lembaga UPJA (Unit Pengelola Jasa Alsintan) merupakan langkah cerdas sehingga harus kita dukung,” kata Charles di Jakarta, Senin (21/9/2020).
Anggota Fraksi Partai NasDem DPR itu menjelaskan, perbengkelan alsintan ini adalah sesuatu yang harus ada. Ini mengingat di beberapa wilayah sentra produksi tanaman pangan telah menerima banyak bantuan alsintan sehingga untuk keberlanjutannya diperlukan layanan pemeliharaan, perbaikan, dan penyediaan suku cadang. (Lihat grafis: Menaman dan Memanen Keuntungan dari Bisnis Tanaman Hidroponik)
Anggota Komisi IV DPR RI, Charles Meikyansah menilai penyediaan alsintan merupakan program terobosan yang memiliki peran strategis untuk meningkatkan efisiensi kerja, intensitas pertanaman, dan penurunan biaya produksi serta meningkatkan nilai tambah petani. Alokasi bantuan alsintan dari 2014-2019 sudah mencapai 450.000 unit dengan nilai kurang lebih Rp12 triliun. (Baca juga: Anggaran Bengkel Alsintan Rp738 Juta per Desa, Buat Apa Saja?)
Dengan nilai anggaran yang besar maka diperlukan pendampingan terhadap pemanfaatan alsintan. Khususnya dalam hal pemeliharaan untuk mengantisipasi kerusakan mengingat alat mesin pertanian mempunyai umur pakai yang terbatas.
“Oleh karena itu, kegiatan perbengkelan alsintan melalui lembaga UPJA (Unit Pengelola Jasa Alsintan) merupakan langkah cerdas sehingga harus kita dukung,” kata Charles di Jakarta, Senin (21/9/2020).
Anggota Fraksi Partai NasDem DPR itu menjelaskan, perbengkelan alsintan ini adalah sesuatu yang harus ada. Ini mengingat di beberapa wilayah sentra produksi tanaman pangan telah menerima banyak bantuan alsintan sehingga untuk keberlanjutannya diperlukan layanan pemeliharaan, perbaikan, dan penyediaan suku cadang. (Lihat grafis: Menaman dan Memanen Keuntungan dari Bisnis Tanaman Hidroponik)
Lihat Juga :