Jelang Sanksi Baru Amerika Serikat, Rusia Timbun Emas

Rabu, 22 Agustus 2018 - 21:05 WIB
Jelang Sanksi Baru Amerika...
Jelang Sanksi Baru Amerika Serikat, Rusia Timbun Emas
A A A
MOSKOW - Rusia memperbanyak tingkat pembelian emas sehingga menempatkannya sebagai negara dengan cadangan emas terbesar di dunia. Negeri Beruang Merah memilih menjauh dari kepemilikan aset tradisional guna menghadapi sanksi terbaru dari Amerika Serikat.

Menurut data Dana Moneter Internasional (IMF) yang dianalisa oleh Bloomberg, Moskow membeli 26,1 ton emas pada Juli kemarin. Menjadi pembelian bulanan tunggal terbesar sejak akhir 2017, sehingga Rusia memiliki total 2.170 ton emas sebagai cadangan.

Dengan harga emas saat ini, cadangan tersebut bernilai sekira USD83,6 miliar. Jika dikonversi ke rupiah, cadangan emas Rusia setara Rp1.219 triliun (kurs Rp14.592 per USD). Adapun situs web Pemerintah Rusia mencatat nilai kepemilikan emas sekitar USD77 miliar (Rp1.123 triliun) pada akhir Juli 2018.

Melansir dari Business Insider, Rabu (22/8/2018), Rusia memilih memperbanyak cadangan emas dengan terus menjual surat utang AS. Pergeseran strategi ini diyakini sebagai tanggapan terhadap sanksi AS yang dikenakan ke mereka sejak tahun 2011, atas tindakan Rusia di Krimea.

Menurut laporan pada bulan Juli, Rusia telah menurunkan kepemilikan atas surat utang AS dari USD96,1 miliar pada bulan Maret menjadi USD48,7 miliar pada bulan April. Dan selanjutnya menurun menjadi hanya USD14,9 miliar pada bulan Mei. Moskow menilai emas sebagai "jaminan 100% aman dari risiko geopolitik". Deputi Pertama Gubernur Bank Sentral Rusia, Dmitry Tulin mengatakan, negaranya akan terus menjual surat utang AS.

Emas merupakan aset nyata yang tidak dapat terdepresiasi dalam keadaan apa pun. Dalam periode krisis keuangan atau geopolitik, emas akan jauh lebih berguna daripada sekuritas atau uang tunai.

Mengutip dari Russia Today, meningkatkan pembelian emas bagi Rusia dapat membantu membangun stabilitas dan kemandirian ekonomi serta politik bagi negara.

Berita peningkatan cadangan emas Rusia datang kurang dari sehari setelah pejabat senior AS menjelaskan bahwa mereka siap untuk menjatuhkan sanksi baru ke Moskow jika tidak mengubah perilakunya di Krimea.

Asisten Sekretaris di Biro Keamanan Internasional dan Nonproliferasi Departemen Luar Negeri AS Christopher Ford dan pejabat di bawah Sekretaris Terorisme dan Kejahatan Keuangan di Departemen Keuangan AS Sigal Mandelker menceritakan, dalam sidang perbankan, Senat AS mendorong pemerintah untuk memberikan sanksi ekonomi lebih keras terhadap Rusia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Cadangan Emas Rusia...
Cadangan Emas Rusia Hampir Rp2.883 T, Dekati Level Tertinggi Sepanjang Sejarah
Rusia Manyun! Cadangan...
Rusia Manyun! Cadangan Emasnya Senilai Rp1.988 Triliun Enggak Laku
Rekor! Nilai Cadangan...
Rekor! Nilai Cadangan Emas Rusia Tembus Rp3.090 Triliun
Menakar Bagaimana Cara...
Menakar Bagaimana Cara Amerika dan Sekutu Bisa Membekukan Emas Rusia
Rusia Menumpuk Cadangan...
Rusia Menumpuk Cadangan Emas, Saat Ini Sentuh Titik Tertinggi Jadi 2.360 Ton
Layanan Bank Emas BSI...
Layanan Bank Emas BSI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
6 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
42 menit yang lalu
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
1 jam yang lalu
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
1 jam yang lalu
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
3 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved