Ekspor Kelapa Sawit Bisa Jadi Penyelamat Defisit Neraca Dagang

Jum'at, 24 Agustus 2018 - 16:07 WIB
Ekspor Kelapa Sawit...
Ekspor Kelapa Sawit Bisa Jadi Penyelamat Defisit Neraca Dagang
A A A
BELITUNG - Pemerintah harus mendorong industri sawit agar dapat terus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia. Ekspor minyak sawit diyakini akan menyelamatkan neraca perdagangan dari ancaman defisit yang membengkak.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono mengatakan, Indonesia membutuhkan industri yang mampu menghasilkan devisa yang tinggi, namun secara bersamaan juga bisa menyerap tenaga kerja yang besar. "Kita perlu memperkuat peranan industri yang bisa menutup defisit neraca perdagangan ini. Di sinilah pentingnya industri kelapa sawit," ujarnya di Belitung, Jumat (24/8/2018).

Joko melanjutkan, industri kelapa sawit harus didorong untuk terus menerus melakukan kegiatan ekspor. Pada tahun 2017, ekspor minyak sawit menyumbang devisa sekitar USD22,9 miliar dan menyerap tenaga kerja mencapai 17 juta orang. "Dalam jangka pendek, industri ini bisa mengurangi beban perekonomian," ungkapnya.

Meski begitu, pengembangan industri kelapa sawit tidak bisa terlepas dari konteks perdagangan global. Menurut Joko, industri sawit menghadapi tantangan laten berupa maraknya kampanye negatif dari negara-negara maju (Uni Eropa dan Amerika). "Sangat disayangkan bahwa banyak masyarakat Indonesia yang percaya bahwa kampanye negatif sawit itu sebagai fakta. Oleh karena itu, kita harus mengedukasi masyarakat tentang kelapa sawit yang benar," tuturnya.

Wakil Ketua Umum Gapki Togar Sitanggang mengatakan, pemerintah perlu bekerja lebih keras untuk melindungi industri sawit Indonesia dari maraknya kampanye hitam terutama negara-negara di Eropa. Menurut dia, kekhawatiran terbesar dari negara-negara Eropa adalah Indonesia akan menjadi negara adidaya karena mampu memproduksi energi terbarukan melalui sawit.

"Mereka (negara-negara Barat) sangat memahami, sawit merupakan industi masa depan sebagai pengganti energi fosil yang tidak ramah lingkungan dan mulai ditinggalkan. Faktanya bisa dilihat bahwa saat ini perkebunan sawit Indonesia memenuhi peran tersebut dan punya kontribusi besar terhadap kebijakan energi global di masa depan," jelasnya.

Ketua Bidang Agraria dan Tata Ruang GAPKI Eddy Martono mengatakan, industri kelapa sawit telah terbukti sebagai penyumbang devisa terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, selayaknya industri kelapa sawit dilindungi oleh kebijakan yang memberikan kepastian hukum. "Masih ada kebijakan yang tidak sinkron antara pusat dan daerah dalam hal Tata Ruang, demikian juga perlu dillihat dengan jernih kebijakan-kebijakan mana yang justru mengkerdilkan industri sawit sebaiknya direvisi atau dihapus," ujarnya.

Menurut Eddy, ketidakjelasan terkait tumpang tindih lahan yang tidak pernah diselesaikan secara tuntas menjadi faktor penghalang bagi pertumbuhan iklim investasi Indonesia.

Dia mengusulkan, dalam revisi UU 41, sebaiknya penetapan kawasan hutan cukup dipertegas dengan menjadi menjadi hutan primer, sekunder dan hutan produksi sehingga tidak menimbulkan banyak konflik seperti yang saat ini terjadi. "Faktanya, banyak kawasan hutan yang justru “menabrak” HGU, karena penetapan aturannya diberlakukan belakangan," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perkebunan Sawit Berkelanjutan...
Perkebunan Sawit Berkelanjutan Tumbuhkan Ekonomi Desa Terpencil
Tingkatkan Produktivitas,...
Tingkatkan Produktivitas, 2,8 Juta Hektar Kebun Sawit Rakyat Perlu Diremajakan
Perusahaan Pengendali...
Perusahaan Pengendali Hama Tanaman Sawit Unjuk Gigi di Ajang IPOC 2023
SPKS Dukung Pembentukan...
SPKS Dukung Pembentukan Satgas Peningkatan Tata Kelola Industri Kelapa Sawit
Program SMILE Bantu...
Program SMILE Bantu Petani Swadaya Raih Sertifikat RSPO
BPDPKS Gaet AII Lakukan...
BPDPKS Gaet AII Lakukan Valuasi dan Komersialisasi Teknologi Hasil Riset Kelapa Sawit
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved