Tingkatkan Produktivitas, 2,8 Juta Hektar Kebun Sawit Rakyat Perlu Diremajakan
Rabu, 02 Desember 2020 - 18:38 WIB
loading...
Pekerja menunjukkan kelapa sawit saat panen di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (30/8/2020). Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah akan terus meningkatkan realisasi program peremajaan sawit rakyat (PSR). Melalui PSR, produktivitas perkebunan sawit rakyat akan meningkat sesuai standar potensi.
Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Kasdi Subagyono mengatakan, program PSR juga membantu masyarakat dalam menjalankan tata Kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan sesuai dengan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
"Industri kelapa sawit Indonesia saat ini menghadapi tantangan seperti tingkat produktivitas yang sebagian besar bersumber dari perkebunan rakyat serta isu-isu negatif yang dianggap tidak ramah lingkungan," ujarnya dalam acara Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2020 New Normal yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (2/12/2020).
(Baca juga: Harga CPO Siap Meroket Tahun Depan, Ini Pemicunya )
Kasdi menuturkan, saat ini dari luas areal petani plasma sebesar 6,72 juta hektar, terdapat 2,8 juta hektar yang perlu diremajakan, yang terdiri dari pohon kelapa sawit berusia lebih dari 25 tahun dan perkebunan rakyat yang menggunakan bibit dengan kualitas buruk.
Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Kasdi Subagyono mengatakan, program PSR juga membantu masyarakat dalam menjalankan tata Kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan sesuai dengan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
"Industri kelapa sawit Indonesia saat ini menghadapi tantangan seperti tingkat produktivitas yang sebagian besar bersumber dari perkebunan rakyat serta isu-isu negatif yang dianggap tidak ramah lingkungan," ujarnya dalam acara Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2020 New Normal yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (2/12/2020).
(Baca juga: Harga CPO Siap Meroket Tahun Depan, Ini Pemicunya )
Kasdi menuturkan, saat ini dari luas areal petani plasma sebesar 6,72 juta hektar, terdapat 2,8 juta hektar yang perlu diremajakan, yang terdiri dari pohon kelapa sawit berusia lebih dari 25 tahun dan perkebunan rakyat yang menggunakan bibit dengan kualitas buruk.
Lihat Juga :