Kementan Minta Pelaku Usaha Gandeng Peternak Bangun Persusuan Nasional

Jum'at, 24 Agustus 2018 - 21:04 WIB
Kementan Minta Pelaku...
Kementan Minta Pelaku Usaha Gandeng Peternak Bangun Persusuan Nasional
A A A
BANDUNG - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan meminta pelaku usaha menggandeng peternak sapi perah untuk membangun persusuan nasional. Tujuannya agar produk susu Indonesia memiliki daya saing tinggi sehingga mensejahterakan peternak.

"Saya meminta integrator dan IPS bermitra dengan peternak sapi perah agar hasil susunya berkualitas," ujar Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita pada rapat pembahasan nasib persusuan nasional di Bandung, Jumat (24/8/2018).

Permintaan ini implementasi dari Sosialisasi Revisi Permentan No. 26 Tahun 2017 tentang Penyediaan dan Peredaran Susu Segar Dalam Negeri yang digelar di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Jawa Tengah beberapa hari lalu.

Ketut mengungkapkan selama satu minggu ini, dirinya berkeliling dari Jawa Timur ke Jawa Tengah dan selanjutnya hari ini ke Jawa Barat membahas nasib persusuan nasional, terutama keberlangsungan usaha peternak sapi perah ke depan.

"Di sini saya ingin mengkomunikasikan dengan integrator, IPS (Industri Pengolahan Susu), koperasi dan peternak bahwa meski keberadaan Permentan 26 direvisi, namun bukan berarti kita harus larut di dalamnya," sebutnya.

Ia menegaskan perubahan peraturan bukan karena adanya tekanan dari Amerika Serikat, namun karena adanya kepentingan nasional yang lebih besar dalam perdagangan dunia. Jadi, perubahan ini adalah wujud nyata dari kewajiban Indonesia sebagai anggota WTO.

"Sehingga Indonesia harus mensinergikan semua peraturan dengan aturan di WTO, terutama terkait dengan ekspor-impor," sambung Ketut.

Lebih lanjut Ketut menjelaskan, adanya Permentan Nomor 33/2018 bukan berarti kemitraan hilang. Karena dalam peraturan di dunia ini tidak ada yang melarang pelaku usaha dan peternak untuk melakukan kemitraan (partnership). Dalam menghadapi era perdagangan bebas saat ini harus dengan cara bijak, terutama dalam upaya meningkatkan produksi susu di dalam negeri yang berkualitas dan berdaya saing.

"Pulau Jawa merupakan sentra persusuan nasional. Namun setelah berkeliling di beberapa wilayah ternyata permasalahan yang di peternak sapi perah saat ini adalah kualitas susu, handling ternak, perkandangan, jumlah bakteri yang ada dan kualitas pakan yang masih kurang," terangnya.

Secara tegas Ketut meminta integrator dan IPS agar tergugah hatinya bermitra dengan peternak yang merupakan bentuk dari komitmen dan integritas terhadap bangsa. Untuk itu, Kementan terus mengimbau para pelaku usaha (integrator dan IPS) dapat menyerap susu segar dari dalam negeri dan peternak juga harus siap meningkatkan produksi dan kualitas, sehingga harus berimbang.

"Hidup harus saling menolong, tolonglah peternak yang saat ini sedang menjerit, bermitralah dengan peternak," imbaunya.

"Jangan berpikir untuk impor dan impor, namun sapi perah di dalam negeri tidak berkembang, sehingga kita diketawakan oleh bangsa lain. Gunakan hasil dari peternak kita, dan buatlah kemitraan dengan peternak atau Gabungan Kelompok Ternak atau koperasi," tandas Ketut.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Kembangkan...
Pemerintah Kembangkan dan Tingkatkan Industri Susu Dalam Negeri
Kemenperin Beberkan...
Kemenperin Beberkan Penyebab Produksi Susu Segar Masih Rendah
Peternak Turki Kibuli...
Peternak Turki Kibuli Sapi dengan VR untuk Produksi Susu Lebih Banyak
Mentan Amran Berhasil...
Mentan Amran Berhasil Mediasi Peternak Sapi Perah dan Industri Pengolahan Susu
Dairy Development Program...
Dairy Development Program Tingkatkan Kesejahteraan Peternak Sapi Perah
Hari Susu Sedunia 2025,...
Hari Susu Sedunia 2025, FFI Gandeng IPB Dorong Generasi Muda Wujudkan Ketahanan Pangan
Berita Terkini
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
6 menit yang lalu
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
24 menit yang lalu
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
43 menit yang lalu
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
1 jam yang lalu
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
1 jam yang lalu
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
1 jam yang lalu
Infografis
10 Tokoh Dianugerahi...
10 Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved