Menteri Rini: BUMN Bersinergi Pulihkan Lombok

Minggu, 26 Agustus 2018 - 18:01 WIB
Menteri Rini: BUMN Bersinergi...
Menteri Rini: BUMN Bersinergi Pulihkan Lombok
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno kembali mengunjungi Lombok untuk mendorong optimalisasi peran perusahaan negara dalam rangka percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa. Upaya yang telah dilakukan di antaranya mendirikan pusat rehabilitasi untuk penanganan trauma di posko pengungsian serta membangun rumah tinggal sementara yang layak dan tahan gempa.

"Rumah tinggal sementara ini semoga bisa menjadi tempat yang lebih layak huni dibandingkan tinggal di dalam tenda selama fase pemulihan kondisi dan rumah tinggal permanen masing-masing. Tugas BUMN dalam fase pemulihan ini adalahmembangunkan rumah sementara, MCK, bantuan kesehatan hingga pinjaman kepada para petani untuk modal kerja," kata Rini dalam siaran pers, Minggu (26/8/2018).

Turut hadir mendampingi Rini, Deputi Bidang Jasa Keuangan, Survey dan Konsultan Gatot Trihargo, Deputi Bidang Industri Agro dan Farmasi Wahyu Kuncoro, Staf Khusus II Judith Dipodiputro, Staf Khusus V Parman Nataatmadja, serta sejumlah Direksi BUMN dari Bank Mandiri, Bank BNI, Pertamina, Telkom, PLN, PPI, Semen Indonesia, ITDC dan Pertamedika.

Rini mengapresiasi inisiatif BUMN yang telah terlibat menyalurkan bantuan dan mendirikan posko di sejumlah daerah terdampak gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Hingga hari ini, bantuan BUMN untuk para korban dan pemulihan daerah terdampak gempa terus mengalir dan bertambah. Rini berharap bantuan BUMN ini bisa meringankan beban masyarakat NTB yang menjadi korban gempa bumi, sekaligus mendukung upaya-upaya penanganan pascabencana.

"Kami akan terus mengoptimalkan sinergi BUMN dan terus berkordinasi dengan pihak terkait untuk bisa secara optimal memulihkan wilayah-wilayah terdampak gempa di NTB ini," ungkap Rini.

Berdasarkan data Kementerian BUMN, hingga saat ini tercatat sudah ada 50 BUMN yang telah bersinergi menyalurkan bantuannya bagi para korban dengan nilai total mencapai Rp13,2 miliar. Ke-50 BUMN tersebut yakni Bank Mandiri, Pertamina, Bulog, Wijaya Karya, ITDC, Bank BRI, Kimia Farma, Bank BNI, PLN, Jasa Raharja, Telkom, Jasindo, Askrindo, Adhi Karya, Pegadaian, Jasa Marga, Pelindo I, Perumnas, KAI, Garuda Indonesia, Hutama Karya, Sucofindo, Pelni, PT Pos, PGN, Indah Karya, PT Bima Bisma Indra, Angkasa Pura I, INKA, Dahana, Balai Pustaka, Perum Jasa Tirta II, Semen Indonesia, Indra Karya, PTPN Holding, Krakatau Steel, Jamkrindo, Pupuk Indonesia, Brantas Abipraya, Taspen, Djakarta Lloyd, PAL Indonesia, Inalum, Perindo, Waskita Karya, Patra Jasa, Jiwasraya, Perumnas, dan PT Kawasan Industri Medan (KIM), Pelindo III dan Pindad.

BUMN telah bersinergi mendirikan 38 posko bantuan untuk mendukung penanganan gempa. Selain bahan pokok, perusahaan-perusahaan milik negara juga memberikan bantuan kesehatan dan tenaga medis, ambulance, trauma center, layanan keuangan, alat berat hingga layanan energi. Posko-posko BUMN yang dibangun berada di wilayah Mataram, Kecamatan Gunung Sari, Senggigi, Pemenang, Sembalun, Bayan, Madayin, Kayangan, Sambelia, Batukliang Tanjung dan Gangga.

Tak hanya itu, dalam berupaya memastikan keberlangsungan kebutuhan dasar dan roda perekonomian setempat, PT Telkom juga memastikan pelayanan telekomunikasi tetap berjalan dengan layanan telepon dan SMS gratis, layanan charger, hingga SIM card gratis. Adapun upaya lainnya seperti layanan energi oleh Pertamina, layanan listrik oleh PLN, layanan logistik bantuan oleh Pos Indonesia, layanan perbankan oleh Himbara, layanan pelayaran oleh ASDP dan Pelni, layanan sembako oleh Bulog hingga layanan transportasi udara oleh Angkasa Pura I dan Garuda Indonesia.

Selain itu, BUMN juga telah mengirimkan bantuan 33 ton baja lapis seng untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan masyarakat yang terdampak gempa. Bantuan material bahan bangunan tersebut diberikan oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebanyak 20 ton dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia/PPI (Persero) sebanyak 13 ton.
Pengiriman material baja lapis seng tersebut menggunakan pesawat bantuan dari Perancis, yaitu Airbus A400 yang diberangkatkan dari lapangan udara Halim Perdana Kusuma pada Jumat (24/08). Bantuan ini bertujuan untuk menjaga harga bahan material bangunan di Lombok dan sekitarnya agar tidak melambung tinggi.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Erick Thohir Ganti Slogan...
Erick Thohir Ganti Slogan BUMN Warisan Rini Soemarno
Erick Thohir Ungkap...
Erick Thohir Ungkap Alasan Tak Depak Bos BUMN Pilihan Rini Soemarno
Terungkap! Program Restrukturisasi...
Terungkap! Program Restrukturisasi BUMN dari Zaman Rini Soemarno hingga Erick Thohir
Erick Thohir Kumpulin...
Erick Thohir Kumpulin Mantan Menteri BUMN dari Tanri Abeng hingga Rini Soemarno, Ada Apa ?
Tiga Tahun Pascagempa...
Tiga Tahun Pascagempa Lombok
Lombok Dilanda Gempa...
Lombok Dilanda Gempa M4,6, Guncangannya Sampai Sumbawa
Berita Terkini
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
38 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
54 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
2 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
2 jam yang lalu
Infografis
19 Menteri Bergelar...
19 Menteri Bergelar S3, Prabowo Tagih Kepintarannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved