NTT Berpotensi Besar Dukung Swasembada Garam 2020

Kamis, 30 Agustus 2018 - 18:02 WIB
NTT Berpotensi Besar...
NTT Berpotensi Besar Dukung Swasembada Garam 2020
A A A
JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman optimistis Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi besar untuk memaksimalkan lahan guna mendukung swasembada garam tahun 2020.

"Kami mendorong ekstensifikasi lahan garam untuk menuju swasembada garam tahun 2020. Untuk NTT ini sendiri, kami dari Kemenko Maritim melihat ada potensi besar sebagai penghasil garam, sehingga mari kita maksimalkan pengelolaan garam di sini," ujar Sekretaris Deputi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Maritim Tito Setiawan dalam keterangan pers, Kamis (30/8/2018).

Tito yang juga Pelaksana Harian Asisten Deputi Koordinasi Bidang Mineral, Energi, dan Nonkonvensional Kemenko Maritim mengajak pemerintah pusat, kabupaten, provinsi serta perusahan-perusahaan melaporkan progres yang dicapai dan membahas apa saja kendala yang dihadapi untuk segera ditindaklanjuti.

"Seperti beberapa perusahaan mulai bergerak, tetapi lahan tidak signifikan, oleh karena itu, kami ke sini ingin mengetahui gambaran apa saja yang telah diselesaikan misal dari pengembang baik berupa izin dan permasalahan lainnya, sehingga dapat segera diselesaikan dan segera dilaporkan ke Pak Menko Maritim," jelasnya.

Laporan-laporan tersebut nantinya akan dievaluasi sehingga akhir Desember tahun ini, diharapkan program ekstensifikasi lahan garam tercapai dan sukses.

"Seperti salah satunya kemarin saya mengobrol dengan Bupati Nagakeo Elias Djo setelah penindaklanjutan progres, dia bilang penghasilan di sana meningkat. Anak-anak bisa bersekolah dengan baik, air juga sudah tidak terlalu menjadi masalah, dan sebagainya," ungkapnya.

Selain itu, Tito menyebutkan kendala lahan yang tidak memadai masih dihadapi perusahaan. "Beberapa perusahaan mulai bergerak tetapi lahan tidak signifikan. Oleh karena itu, kami ke sini ingin mengetahui gambaran apa saja yang telah diselesaikan misal dari pengembang baik berupa izin dan permasalahan lainnya, sehingga dapat segera diselesaikan dan segera dilaporkan ke Pak Menko Maritim," jelasnya.

Dalam rapat ini, hadir beberapa Bupati yang menyampaikan progres dan kendala yang dihadapi dalam program ekstensifikasi lahan di daerahnya masing-masing dan harus segera ditindaklanjuti.

Terkait lahan, Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Raymundus Sau Fernandes menyampaikan bahwa potensi usaha garam di TTU lebih dari 1.000 hektare (ha). Namun, ada beberapa izin lahan yang masih bermasalah.

"Kami di TTU siap membantu dan memfasilitasi kepentingan pembangunan tingkat bawah tapi masalah izin lahan ini terlalu lama. Kami butuh eksen bukan sekadar diskusi. Pemerintah pusat, Kabupaten, Provinsi jangan ada yang menghambat perizinan, kami menunggu karena kewenangan ada di Pemerintah Pusat di Jakarta," jelasnya.

Selain perizinan lahan, Bupati Nagakeo juga membahas mengenai permohonan izin Hak Pengelolaan (HPL) yang prosesnya sudah sampai di Kanwil ATR Provinsi NTT untuk diserahkan ke Pusat.

Menanggapi hal tersebut, Tito meminta agar berkas kelengkapan perizinan lahan segera disampaikan ke Kementerian ATR/BPN dengan tembusan ke Menko Kemaritiman untuk segera ditindaklanjuti.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Luhut: Jangan Terlena...
Luhut: Jangan Terlena Lokasi Strategis, Kebesaran Wilayah hingga SDA Melimpah
Luhut Paparkan Kondisi...
Luhut Paparkan Kondisi Ekonomi dan Iklim Investasi RI di Tengah Pandemi
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Kolaborasi Penguatan...
Kolaborasi Penguatan Kearifan Lokal Demi Tingkatkan Nilai Ekonomi Kreatif
Sebut Kementerian Luhut...
Sebut Kementerian Luhut Layak Dibubarkan, Ekonom Indef Dinilai Cuma Genit
Berita Terkini
Pengusaha Buka Suara...
Pengusaha Buka Suara soal Pabrik Otomotif Jepang Kabur dari RI ke Vietnam
49 menit yang lalu
Harga Emas Dunia Mendadak...
Harga Emas Dunia Mendadak Ambles Hari Ini! Investor Ramai-ramai Putar Haluan
2 jam yang lalu
Menilik Strategi Eksportir...
Menilik Strategi Eksportir Kelapa Bulat Bertahan di Tengah Ketatnya Pasar Global
2 jam yang lalu
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
2 jam yang lalu
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
3 jam yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
3 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved