Ekonom: Perekonomian RI Lampu Kuning Jika Rupiah Sentuh Rp15.000/USD

Sabtu, 01 September 2018 - 18:21 WIB
Ekonom: Perekonomian...
Ekonom: Perekonomian RI Lampu Kuning Jika Rupiah Sentuh Rp15.000/USD
A A A
JAKARTA - Perekonomian Indonesia bisa dikatakan lampu kuning apabila pelemahan nilai tukar rupiah terus berlanjut hingga tembus level Rp15.000/USD. Hal ini disampaikan Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira yang menerangkan, hal itu karena bakal meningkatkan biaya produksi.

"Batas psikologis dari beberapa uji stress test adalah 15.000. Kalau mendekati angka itu artinya lampu kuning mau merah. Perusahaan BUMN dan swasta kuat tahan pelemahan sampai 15.000. Diatas itu, potensi utang gagal bayar tinggi dan biaya produksi naik signifikan," ujar Bhima kepada SINDOnews di Jakarta, Sabtu (1/9/2018).
(Baca Juga: Rizal Ramli Khawatirkan Kondisi Ekonomi RI Lima Tahun ke Depan )
Sambung dia, menyarankan agar Bank Indonesia (BI) bisa menaikan suku bunga hingga 125 basis point jika rupiah telah menembus Rp15.000. "Karena tekanannya besar sehingga tidak cukup naikan bunga 125 bps. Harus lebih besar dari itu, namun tetap memerhatikan dampak ke sektor riil," jelasnya.

Penurunan rupiah mengikuti pelemahan mata uang sejumlah negara berkembang di antaranya peso Argentina, rupee India bahkan hingga Lira Turki. Apalagi, krisis Argentina ini memiliki kesamaan dengan Turki. Beberapa indikator kesehatan moneter dan fiskal Indonesia, Argentina dan Turki memiliki beberapa kesamaan meskipun kondisi Indonesia sedikit lebih baik.

(Baca Juga: BI Rate Naik Bisa Jadi Obat Penenang Bagi Rupiah )
Sebelumnya Pengamat Pasar Modal Reza Priyambada menyakini kenaikan suku bunga acuan atau Bank Indonesia (BI) 7-day Reverse Repo Rate (BI 7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,50% pada awal Agustus 2018, dinilai menjadi obat penenang untuk rupiah. "BI kasih obat penenang lagi ke rupiah, bisa sembuh sesaat. Begitu efeknya hilang, bisa kumat lagi," jelas Reza.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kurs Rupiah Berpotensi...
Kurs Rupiah Berpotensi Menanjak Saat Pemulihan Ekonomi AS Diragukan
Rupiah Amblas Saat Ekonomi...
Rupiah Amblas Saat Ekonomi Negeri Paman Sam Pulih
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
BI Pangkas Suku Bunga,...
BI Pangkas Suku Bunga, Rupiah Stagnan di Rp15.335 per Dolar AS
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 Lagi, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Masih Kuat
Wapres Maruf soal Nilai...
Wapres Ma'ruf soal Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Melemah: Intervensi Terus Dilakukan
Berita Terkini
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
31 menit yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
51 menit yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
1 jam yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
2 jam yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
2 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
3 jam yang lalu
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved