Perkuat Pasar, Delegasi Sawit Indonesia Bicara di Karachi

Selasa, 04 September 2018 - 09:58 WIB
Perkuat Pasar, Delegasi...
Perkuat Pasar, Delegasi Sawit Indonesia Bicara di Karachi
A A A
JAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia bersama pelaku usaha sawit terus aktif melakukan misi dagang ke luar negeri. Setelah sukses dalam diplomasi dagang di Uni Eropa dan Rusia, pekan ini, delegasi sawit Indonesia akan bertolak ke Karachi, Pakistan.

"Pada dasarnya tujuan utama misi dagang dan diplomasi ke Pakistan ini adalah untuk meningkatkan volume ekspor Indonesia ke Pakistan. Termasuk di dalamnya tentu saja ekspor minyak sawit," kata Wakil Ketua Umum GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Togar Sitanggang di Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Togar mengatakan, Pakistan adalah pasar ekspor minyak sawit Indonesia terbesar keempat setelah India, Uni Eropa dan China. Sawit dari Indonesia memasok 80% kebutuhan minyak sawit di Pakistan. Sedangkan 20% sisanya diimpor Pakistan dari Malaysia.

"Tentu Pakistan adalah pasar yang strategis bagi Indonesia," kata Togar.

Dari total nilai ekspor sawit Indonesia yang mencapai USD22,9 miliar pada tahun 2017, Pakistan menyumbang sekitar USD2 miliar atau hampir 10%. Dengan jumlah penduduk 207 juta, kebutuhan Pakistan akan minyak nabati termasuk minyak sawit sebagai bahan baku makanan akan terus meningkat.

Dalam kunjungan ke Pakistan ini, kata Togar akan diselenggarakan CEIPO (Conference and Exhibition on Indonesia Palm Oil) di Karachi pada Kamis (6 September 2018). Pada konferensi ini, akan menjadi pembicara antara lain: Duta Besar Republik Indonesia untuk Pakistan Iwan Suyudhie Amri, Ketua CPOPC (Council of Palm Oil Producing Countries), Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono dan Direktur Utama BPDP-KS Dono Boestami.

Selain itu, sejumlah pelaku usaha dari Pakistan yaitu: Chairman Edible Oil Refinery Association Abdul Rasheed Janmohammad dan Chairman Pakistan Vanaspati Manufacturer Association (PVMA) Abdul Waheed.

Togar menambahkan, dalam kunjungan ke Pakistan ini, para pengusaha Indonesia juga menjajaki berbagai peluang investasi di negara Asia Selatan tersebut.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gapki: Pasar Tradisional...
Gapki: Pasar Tradisional Mulai Pulih dan Memberi Harapan
Perusahaan Pengendali...
Perusahaan Pengendali Hama Tanaman Sawit Unjuk Gigi di Ajang IPOC 2023
Pemerintah Dorong Sertifikasi...
Pemerintah Dorong Sertifikasi ISPO Hulu-Hilir untuk Keberlanjutan Kelapa Sawit
Cegah Karhutla, Menteri...
Cegah Karhutla, Menteri KLH Minta Pengusaha Kelapa Sawit Koordinasi dengan Gapki
Isu Pengusaha-Buruh...
Isu Pengusaha-Buruh Jadi PR Besar di Industri Sawit
Kabar Gembira bagi Pemilik...
Kabar Gembira bagi Pemilik Kebun Sawit, Harga CPO Tinggi hingga Pertengahan Tahun Depan
Berita Terkini
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
1 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
2 jam yang lalu
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
3 jam yang lalu
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
5 jam yang lalu
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
6 jam yang lalu
Ramalan Goldman Sachs...
Ramalan Goldman Sachs soal Harga Minyak Dunia Diwarnai Skenario Buruk Tembus USD145 per Barel
6 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved