Produksi Gabah Petani Dinilai Memuaskan

Rabu, 05 September 2018 - 04:08 WIB
Produksi Gabah Petani...
Produksi Gabah Petani Dinilai Memuaskan
A A A
Produksi serapan jumlah gabah dari petani secara nasional dinilai masih memuaskan. Hal tersebut tentu mempengaruhi kaitannya dengan pengaruh stok beras yang juga aman. Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian Pertanian (Kementan), menunjukkan produksi gabah petani mencapai angka 80 juta ton atau setara dengan 46,5 juta ton beras.

Merilis data Kementan, anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin beranggapan, dapat disimpulkan bahwa cadangan beras pemerintah (CBP) hingga saat ini belum kurang. Tercukupinya ketersediaan beras nasional yang disebabkan melimpahnya produksi gabah untuk komoditas beras dari Kementan, menuai pujian dari Akmal.

“Dari sisi produksi dalam negeri kita surplus 12 juta ton, karena dari data Kementan kita punya produksi 45 juta ton beras, sedangkan konsumsi masyarakat mencapai 33 juta ton. Berarti ada 12 juta ton surplusnya,” ucap Akmal.

Kendati begitu, Akmal meminta agar distribusi beras ke pasaran dan penyerapan produksi gabah dari petani semakin terus ditingkatkan. Sedangkan anggota Komisi IV DPR RI lainnya, Bambang Haryo Sukartono menuturkan, tatanan sektor pertanian yang saat ini sudah rapih jangan sampai terganggu oleh bentuk kinerja lain soal pemenuhan ketersediaan beras di luar produksi nasional yang sebenarmya cukup.

Ia menambahkan, selama ini kondisi panen petani dapat dikategorikan tak ada kendala. Apalagi menurutnya, musim kemarau yang berlangsung tidak terlalu lama waktunya. Sambung dia, upaya pemerintah melalui Kementan dan Kementrian PUPR dalam program kerja menjaga hasil pertanian telah dilakukan maksimal.

Manfaatnya terang dia saat ini negara telah mengalami swasembada pangan. "Telah banyak membuat program pertanian mulai dari embung, irigasi dan bantuan alat mesin pertanian," ujar Bambang.

Sebagai informasi, tahun 2016 dan 2017 ekspor hasil pertanian mencakup komoditas tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan hortikultura tecatat mengalami lonjakan. Menurut data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), beras, bawang merah dan jagung menjadi salah satu komoditas sektor pertanian yang mengalami peningkatan ekspor.

Rincian volume ekspor hasil pertanian tahun 2016 adalah 35,49 juta ton dengan nilai USD26,73 milliar kemudian naik pada 2017 menjadi 41,26 juta ton atau setara USD 33,05 milliar. Untuk volume dan nilai neraca perdagangan sektor pertanian juga mengalamu surplus yakni tahun 2016 sebanyak 97,06% dan 2017 sebesar 45,85%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IPDMIP Dukung Kementan...
IPDMIP Dukung Kementan Genjot Produksi Pertanian
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan IRRI
Stabilkan Harga, Mentan...
Stabilkan Harga, Mentan SYL Minta Bulog Optimalkan Serap Beras Petani
Kementan Latih Petani...
Kementan Latih Petani Hitung Produktivitas Padi Gunakan Cara Ubinan Jajar Legowo
Penerapan GAP Kunci...
Penerapan GAP Kunci Tingkatkan Produksi Padi
Dinas Pertanian Akan...
Dinas Pertanian Akan Carikan Solusi Terkait Penyerapan Beras Petani
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
7 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
8 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
9 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Anjlok,...
Penjualan Mobil Anjlok, Volkswagen akan Produksi Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved