Indeks USD Stabil, Rupiah Tertahan di Rp14.925

Rabu, 05 September 2018 - 10:56 WIB
Indeks USD Stabil, Rupiah...
Indeks USD Stabil, Rupiah Tertahan di Rp14.925
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terpantau stagnan di level Rp14.900-an. Mata uang NKRI pada perdagangan Rabu (5/9/2018), dibuka rebound 9 poin atau 0,06% ke level Rp14.925 per USD, setelah kemarin di indeks Bloomberg ditutup anjlok di Rp14.935 per USD.

Idem, rupiah di data Yahoo Finance pada Rabu pagi ini sedikit membaik. Rupiah pulih 5 poin atau 0,03% ke level Rp14.925 per USD, setelah kemarin ditutup terperosok ke level Rp14.930 per USD.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada perdagangan Rabu (5/9) berada di Rp14.927 per USD, terdepresiasi 87 poin dari posisi Rp14.840 per USD di Selasa lalu.

Otoritas moneter mengatakan akan terus melakukan intervensi demi meredam pelemahan rupiah. Sementara itu, Presiden Joko Widodo telah memasang target untuk menyelesaikan masalah defisit transaksi berjalan yang melebar 3% terhadap PDB sehingga membuat rupiah melemah. Yakni dengan meningkatkan investasi dan ekspor.

"Saya sudah pasang target kepada menteri-menteri agar dalam satu tahun ini bisa menyelesaikan defisit transaksi berjalan," tegas Kepala Negara usai melepas ekspor CBU mobil Toyota di IPC Car Terminal, Jakarta Rabu (5/9/2018).

Adapun indeks USD pada Rabu pagi ini stabil di posisi atas, setelah sebelumnya meraup untung dari eskalasi konflik perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Melansir Reuters, indeks USD yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang, stabil di level 95,403 setelah mencapai tertinggi di level 95,737 pada sesi sebelumnya.

Ekonom pasar di Sumitomo Mitsui Trust Bank, Ayako Sera mengatakan dolar AS telah mengambil keuntungan dari tindakan Trump terkait perang dagang, yang didukung oleh indikator ekonomi AS yang oprimis sehingga membuat The Fed melanjutkan keinginan untuk menaikkan suku bunga.

Aktivitas manufaktur AS juga melaju ke level tertinggi pada Agustus kemarin. Dan itu merupakan level tertinggi 14 tahun berkat meningkatnya daya beli. Sehingga membantu hasil Treasury AS naik ke posisi tertinggi tiga minggu.

"Trump telah mengambil beberapa jenis tindakan (yang mendukung dolar) karena pasar percaya Trump pasti melakukan apa yang dia kampanyekan. Pasar akan terkejut jika dia tidak melakukan apa-apa," kata Ayako Sera.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Hari Ini, Rupiah Diprediksi...
Hari Ini, Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Rupiah Melemah 60 Poin...
Rupiah Melemah 60 Poin ke Rp15.455 per USD
Berita Terkini
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
43 menit yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
52 menit yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
1 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
1 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
2 jam yang lalu
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
3 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved