Bahan Baku Impor, Industri Fashion Akan Terdampak Pelemahan Rupiah

Kamis, 06 September 2018 - 15:37 WIB
Bahan Baku Impor, Industri...
Bahan Baku Impor, Industri Fashion Akan Terdampak Pelemahan Rupiah
A A A
BANDUNG - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) berpotensi berdampak terhadap industri fashion Tanah Air. Pemakaian bahan baku impor pada kain menjadi penyebab terdampaknya sektor ini.

Pelaku industri fashion yang juga desainer Barli Asmara mengakui, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar akan sangat berdampak terhadap bisnis fashion. Produsen pakaian dan produk turunannya, akan melakukan penyesuaian harga, bila harga kain mengalami kenaikan.

“Pasti akan sangat berpengaruh. Walaupun kainnya dibikin di Indonesia, tetapi bahan bakunya (kapas) masih impor. Produsen fashion pasti akan melakukan penyesuaian harga. Misalnya harga scarf biasanya dijual Rp200.000 jadi Rp270.000," kata dia ketika ditemui di Bandung, Kamis (6/9/1018).

Menurut Barli, dengan kenaikan dolar biasanya harga jual produk fashion dan turunnya akan mengalami kenaikan harga antara 10 sampai 20%. Sementara pelaku usaha dihadapkan pada kemampuan daya beli masyarakat. Harga jual yang terlalu tinggi dikhawatirkan akan berdampak terhadap rendahnya daya beli konsumen.

Sebenarnya, kata dia, salah cara yang bisa dipakai adalah menekan seminim mungkin penggunaan produk impor. Setidaknya, kain atau bahan bakunya diproduksi di dalam negeri. “Kalau saya menggunakan 100 persen bahan lokal. Walaupun, beberapa bahan bakunya diimpor, tapi setidaknya diproduksi di Indonesia,” jelas dia.

Barli mengatakan, pada berbagai kesempatan dia selalu menekankan agar semua desainer muda, menggunakan bahan-bahan lokal. Karena, kalau banyak menggunakan bahan impor akan berat saat harga dolar tinggi seperti saat ini. Tentu, akan berefek dan akan sangat berpengaruh ke biaya produksi.

Diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar terus merosot sejak satu bulan terakhir. Hari ini Dolar Amerika semakin perkasa dengan nilai tukar Rp15.029 per dolar AS. Sejumlah kalangan terharap depresiasi rupiah tak terus berlanjut agar ada kepastian usaha.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Lanjutkan Ekspansi di...
Lanjutkan Ekspansi di Tanah Air, Bobo Tokyo Resmikan Pembukaan Toko Keenam di Grand Indonesia
Anniversary Ke-4, Benang...
Anniversary Ke-4, Benang Jarum Tegaskan Tekad untuk Terus Melenggang di Panggung Mode Dalam dan Luar Negeri
Dukung UMKM Berkembang,...
Dukung UMKM Berkembang, Cloami Bantu Brand Fashion Optimalkan Produksi dengan MOQ Rendah
Dukung Perkembangan...
Dukung Perkembangan Industri Fashion 2022 Melalui Kampanye 3.3 Fashion Sale
Kalasiris Hadirkan Koleksi...
Kalasiris Hadirkan Koleksi Blooming Summer yang Terinspirasi dari Busana Mesir Kuno
Hadir di Kota Makassar,...
Hadir di Kota Makassar, CES Tailor Beri Solusi Tampil Kekinian
Berita Terkini
BPDP Perkuat Tata Kelola...
BPDP Perkuat Tata Kelola Industri Sawit Melalui Pedoman Pengarusutamaan Gender
16 menit yang lalu
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
39 menit yang lalu
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
1 jam yang lalu
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
11 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
11 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
11 jam yang lalu
Infografis
27 Negara Peringatkan...
27 Negara Peringatkan Warganya, Perang Dunia III Akan Terjadi?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved