Tangkal Hama, Kementan Minta Petani Bawang Putih Gunakan Likat Kuning

Sabtu, 08 September 2018 - 22:22 WIB
Tangkal Hama, Kementan...
Tangkal Hama, Kementan Minta Petani Bawang Putih Gunakan Likat Kuning
A A A
JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memerintahkan percepatan tanam bawang putih untuk mengejar swasembada 2021. Guna meningkatkan produktivitas, selain menggunakan benih unggul bermutu, petani diminta agar menggunakan perangkap likat kuning untuk mengendalikan hama.

"Perangkap likat kuning terbukti efektif mengurangi penggunaan pestisida karena mampu menangkap hama lebih cepat, murah dan pasti lebih ramah lingkungan," ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Prihasto Setyanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (8/9/2018).

Prihasto menjelaskan, perangkap likat kuning adalah perangkap untuk menangkap serangga yang terbuat dari plastik berwarna kuning yang dilapisi lem.

"Cara membuatnya gampang dan murah. Cukup siapkan plastik berwarna kuning ukuran 15 x 21,5 cm yang dilapisi oleh plastik bening dan diolesi dengan lem tikus. Pasang dengan tiang ajir bambu. Satu hektare idealnya dipasang 40 perangkap," tutur Prihasto.

Menurut Prihasto, Kementerian Pertanian mendorong seluruh pengembangan bawang putih, baik melalui APBN, swadaya maupun kerjasama kemitraan dengan importir, dapat mengaplikasikan teknologi sederhana dan tepat guna tersebut.

"Kita tidak mau program menuju swasembada bawang putih gagal akibat pengendalian hama dan penyakit yang asal-asalan atau tidak ramah lingkungan," tukasnya.

Dihubungi terpisah, Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf, membenarkan penggunaan likat kuning bisa membantu mengurangi hama dan penggunaan pestisida.

"Setiap spesies serangga hama memiliki ketertarikan yang berbeda terhadap warna perangkap likat. Perangkap likat kuning efektif untuk menurunkan populasi lalat pengorok daun liriomyza, lalat buah, kutu kebul, kutu daun dan thrips," tutur Yanti, panggilan akrab Sri Wijayanti Yusuf.

Perangkap likat yang terpasang pada area pertanaman bisa dijadikan sarana monitor populasi serangga hama.

Kabul, Ketua Kelompoktani Bawang Putih Regek mengaku menggunakan likat kuning sangat membantunya menekan serangan hama. Berdasarkan pengalamannya, penggunaan likat kuning bisa mengurangi penggunaan pestisida 10%-20%.

"Dengan likat kuning, kami bisa tahu seberapa tingkat serangan hama khususnya kutu dan serangga. Dari situ kami bisa mengukur penggunaan pestisida yang wajar. Jadi tidak over dosis dan merusak lingkungan. Saya janji akan sosialisasikan ke seluruh anggota," pungkas Kabul.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bantah Stok Bawang Putih...
Bantah Stok Bawang Putih Menipis, Kementan: Aman Sampai Lebaran
Pengamat: Pemerintah...
Pengamat: Pemerintah Perlu Sinkronkan Aturan Impor Bawang Putih
Presiden Prabowo Diminta...
Presiden Prabowo Diminta Berantas Mafia Impor Bawang Putih
Stok Bawang Putih Menipis,...
Stok Bawang Putih Menipis, Harga Terus Merangkak
Kisruh Impor Bawang...
Kisruh Impor Bawang Putih, DPR Akan Telusuri Penerbitan SPI
Tanam Bawang di Food...
Tanam Bawang di Food Estate Humbahas Gagal, Komisi IV DPR Bakal Cek Lapangan
Berita Terkini
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
25 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
38 menit yang lalu
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
54 menit yang lalu
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
1 jam yang lalu
MNC Bank Serahkan Hadiah...
MNC Bank Serahkan Hadiah Tabungan Dahsyat Berhadiah ke Nasabah Jakarta, Depok, dan Bogor
1 jam yang lalu
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
1 jam yang lalu
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved