Sri Mulyani: Defisit APBN Capai Rp150 Triliun Hingga Agustus 2018

Senin, 10 September 2018 - 20:29 WIB
Sri Mulyani: Defisit...
Sri Mulyani: Defisit APBN Capai Rp150 Triliun Hingga Agustus 2018
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menerangkan, total defisit Angaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 31 Agustus 2018 mencapai Rp150 triliun. Capaian tersebut lebih baik ketimbang posisi Juli 2018 dengan catatan defisit Rp151,3 triliun (pendapatan negara Rp994,4 triliun dan belanja negara Rp1.145,7 triliun).

"Dibandingkan tahun lalu, posisi Agustus (2017) APBN sudah defisit Rp220 triliun. Jadi ini perbaikan dari sisi postur APBN kita," ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja (raker) di DPR, Jakarta, Senin (10/9/2018).

Sementara itu, posisi keseimbangan primer hingga akhir Agustus 2018 tercatat surplus Rp11,5 triliun. "Tahun lalu, bulan Agustus keseimbangan primer kita defisit Rp84 triliun. Jadi dari (minus) Rp84 triliun menjadi (surplus) Rp11 triliun itu perbaikannya jauh lebih sangat nyata," tegas Sri Mulyani.

Menurutnya, perbaikan defisit APBN per akhir Agustus 2018 disebabkan oleh catatan penerimaan negara yang tumbuh sebesar 18,4%. Pertumbuhan penerimaan negara disokong oleh membaiknya perpajakan yang juga tumbuh 16,5%.

"Kalau dibandingkan tahun lalu, tax growth kita untuk posisi Agustus hanya tumbuh 9,5%. Sekarang Agustus, kita tumbuh 16,5%, jadi suatu kenaikan yang sangat tinggi," ungkapnya.

Untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PBNP) per 31 Agustus 2018 tumbuh 24,3%. Pertumbuhan PNBP juga lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan kenaikan 20,2%. Namun demikian, Sri Mulyani menambahkan, pemerintah akan tetap berhati-hati dalam mengelola APBN. Pemerintah bakal menjaga kondisi fiskal di tengah ketidakpastian perekonomian global.

"Kita membutuhkan APBN sebagai intrumen untuk menjaga perekonomian, baik untuk tujuan stabilisasi maupun dalam rangka menjaga alokasi dan distribusi. Sehingga dia bisa tetap dinamis digunakan di dalam mengelola ekonomi yang mengalami perubahan sangat besar," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
APBN 2022 Defisit 2,35%,...
APBN 2022 Defisit 2,35%, Sri Mulyani: Bukti Keuangan Negara Sehat dan Kuat
Hingga 12 Desember 2023,...
Hingga 12 Desember 2023, Defisit APBN Hanya Rp35 Triliun
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Defisit APBN Melebar,...
Defisit APBN Melebar, Pengamat: Kurangi Belanja Enggak Penting
Efisiensi Ketat tapi...
Efisiensi Ketat tapi Defisit APBN Justru Membengkak, Ini Jawaban Sri Mulyani
Waspada Saudara.....!...
Waspada Saudara.....! Defisit APBN Tembus Rp883,7 Triliun
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
6 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
7 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
9 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
9 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
9 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved