Dolar AS Kembali Jadi Bintang, Rupiah Tumbang ke Rp14.840

Kamis, 13 September 2018 - 17:41 WIB
Dolar AS Kembali Jadi...
Dolar AS Kembali Jadi Bintang, Rupiah Tumbang ke Rp14.840
A A A
JAKARTA - Setelah pagi tadi dibuka menguat, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di pasar spot berbalik tumbang. Data Bloomberg, rupiah pada perdagangan Kamis (13/9/2018) ditutup merugi 7 poin atau 0,05% ke level Rp14.840 per USD.

Awal perdagangan, rupiah dibuka perkasa 48 poin atau 0,32% ke level Rp14.785 per USD, dibanding penutupan Rabu lalu di Rp14.833 per USD. Kamis ini, rupiah diperdagangkan di Rp14.784-Rp14.840 per USD.

Senada, rupiah di data Yahoo Finance pada Kamis petang ini juga tertekan. Mata uang NKRI jatuh 15 poin atau 0,10% menjadi Rp14.835 per USD, setelah kemarin ditutup di level Rp14.820 per USD. Hari ini, rupiah diperdagangkan di Rp14.770-Rp14.842 per USD.

Pada petang ini, dolar AS berbalik menguat terhadap mata uang Asia. Dimana pagi tadi, USD sempat tertekan akibat "gencatan senjata" perang dagang Amerika dengan China yang membuat permintaan USD sebagai safe haven aset menyurut.

Melansir Reuters, Kamis (13/9), dolar melayang naik terhadap enam mata uang utama karena investor sedang mencermati keputusan tiga bank sentral di Eropa: Bank Sentral Eropa (ECB), Bank Sentral Inggris dan Bank Sentral Turki yang diharapkan menaikkan suku bunga untuk mengatasi tekanan terhadap lira Turki.

ECB dan Bank of England diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga. Bank Sentral Inggris kemungkinan baru menaikkan suku bunga pada pertengahan tahun depan. Sementara, ECB bakal mengumumkan pengurangan stimulus moneter.

ECB akan melakukan pembelian surat-surat berharga (quantitative easing) senilai 30 miliar euro. Mulai bulan ini, ECB akan mengurangi setengahnya dan berencana mengakhiri program ini pada Desember. Namun karena tidak adanya kenaikan suku bunga hal itu tidak menarik minat para investor.

Adapun Turki meski mata uangnya terus melemah dan investor berharap kenaikan suku bunga, namun Presiden Turki Erdogan diperkirakan tetap kukuh tidak menaikkan suku bunga.

Sehingga investor masih melihat USD sebagai instrumen menarik apalagi harganya kini mulai terjangkau. Dolar AS pun kembali menjadi bintang bagi investor, sehingga indeks USD terhadap enam mata uang utama naik 0,2% menjadi 94,93, melepas diri dari titik terendah mereka belakangan ini.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Hari Ini, Rupiah Diprediksi...
Hari Ini, Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Rupiah Melemah 60 Poin...
Rupiah Melemah 60 Poin ke Rp15.455 per USD
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
13 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
14 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved