Sri Mulyani Bersiap Pertumbuhan Ekonomi 2018 Meleset dari Target

Kamis, 13 September 2018 - 21:15 WIB
Sri Mulyani Bersiap...
Sri Mulyani Bersiap Pertumbuhan Ekonomi 2018 Meleset dari Target
A A A
JAKARTA - Pemerintah memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018 berada di kisaran 5,14%-5,21% atau lebih rendah dari asumsi yang ditetapkan dalam APBN 2018 yakni sebesar 5,4%. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memprediksi, bahwa pertumbuhan ekonomi bakal meleset dari target seiring pelemahan nilai tukar rupiah sepanjang 2018.

"Sepanjang 2018, pertumbuhan ekonomi kami perkirakan 5,14% sampai 5,21%. Itu baseline, tapi itu bisa meleset di 5,15 karena dinamika dengan impor yang meningkat karena depresiasi rupiah jadi investasi dan konsumsi terpengaruh. Turun di 5,15% di 2019," ujar Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu memperkirakan geliat impor pada kuartal III-2018 tetap tinggi, karena adanya pergeseran di kuartal sebelumnya. Tapi Sri Mulyani mengaku tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018 tetap tumbuh di atas 5%, sejalan dengan momentum perekonomian nasional.

"Ekspor akan naik 8% dan impor turun. Sehingga berharap neraca pembayaran dari treat account akan balance. Stady 6-7% dan konsumsi rumah tangga serta inflasi terjaga di 3 kuartal keempat," jelasnya.

Sementara realisasi APBN 2018 semakin meleset dari target yang ditetapkan di awal tahun. Salah satu yang paling jauh melampaui asumsi makro yang ditetapkan adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Tercatat realisasi sampai dengan Semester I-2018 adalah Rp13.855/USD ketika asumsi makro pada APBN tahun ini di kisaran Rp13.400/USD.

Selanjutnya suku bunga rata-rata satu semester sampai 31 Juli 2018 masih di 4,57% atau jauh dari target awal. Selain itu harga minyak mentah sampai semester I-2018 rata-rata USD67 dolar per barel, namun sebelumnya dalam asumsi makro sebesar USD48/Barel. Sedangkan realisasi lifting minyak 771.000 barel per hari, sedikit mendekati target awal mencapai 800.000.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tok! DPR Setujui Pertanggungjawaban...
Tok! DPR Setujui Pertanggungjawaban APBN 2019
Ini Kerangka Rancangan...
Ini Kerangka Rancangan APBN 2021
APBN 2021 Dianggap Terlampau...
APBN 2021 Dianggap Terlampau Optimistis
Sah, Laporan Pertanggungjawaban...
Sah, Laporan Pertanggungjawaban APBN 2019 Disetujui Banggar DPR
Disentil Jokowi, Sri...
Disentil Jokowi, Sri Mulyani Bongkar Penyebab Defisit APBN Melebar Rp1.039,2 T
Sri Mulyani Bersiap...
Sri Mulyani Bersiap Defisit APBN 2020 Bisa Mencapai Rp1.028,5 Triliun
Berita Terkini
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
2 menit yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
18 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
24 menit yang lalu
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
28 menit yang lalu
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
1 jam yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved