AS Kenalkan Inovasi Teknologi Tekstil Terbaru ke Pelaku Industri RI

Jum'at, 14 September 2018 - 04:18 WIB
AS Kenalkan Inovasi...
AS Kenalkan Inovasi Teknologi Tekstil Terbaru ke Pelaku Industri RI
A A A
JAKARTA - CCI (Cotton Council International), asosiasi perdagangan nirlaba yang mempromosikan serat kapas AS (Amerika Serikat) dan produk kapas manufaktur di seluruh dunia dengan merek dagang Cotton USA kembali memamerkan teknologi terbarunya kepada para pelaku industri tekstil di Indonesia.

Sosialisasi teknologi sendiri sudah diadakan untuk kedua kalinya. Kali ini dikemas dalam seminar "What’s new in Cotton USA? New Technologies Brought To You by Cotton USA”, di Hotel JW Marriott Mega Kuningan, Jakarta.

"Ini adalah inisiatif Cotton USA yang bertujuan menginspirasi para pelaku usaha tekstil agar terus menggali berbagai peluang dan memperkenalkan inovasi teknologi terbaru yang berhubungan dengan Kapas AS, untuk menghasilkan beragam produk kapas AS berkualitas tinggi dengan fitur baru tersebut,” kata Bruce Atherley, Executive Director of CCI dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (13/9).

Saat ini, lanjut dia, penggunaan inovasi teknologi terbaru yang diatur dan dilakukan oleh CCI bisa diaplikasikan untuk berbagai jenis produk tekstil berbahan kapas AS. Mulai dari bahan pakaian, tekstil untuk perabotan, dan tekstil untuk kebutuhan rumah tangga.

Ted Schneider selaku President of CCI juga mengatakan, Cotton USA selalu berkomitmen mendampingi para pelaku industri manufaktur dalam memahami penggunaan teknologi terbaru. Ini bisa membawakan peluang baru dan manfaat untuk industri tekstil Indonesia. Dengan komitmen ini, dia meyakini produk kapas AS selalu menjadi produk terpercaya di dunia.

Ada lima hal yang membuat Cotton USA bisa dipercaya. Pertama, kapas AS 100% dipetik menggunakan mesin sehingga bebas kontaminasi. Semua kapas yang tumbuh di Amerika Serikat terdaftar di U.S. Department of of Agriculture (USDA), menggunakan sistem High Volume Instrument (HVI) yang dikembangkan di sana dan sekarang digunakan untuk mengevaluasi kapas-kapas dunia.

Kedua, kapasnya tumbuh dan diproses untuk menjadikan bisnis penggunanya berproduktivitas maksimum. Kapas AS menawarkan serat dengan bentuk yang sama dan konsisten, sehingga membantu memastikan produk akhir selalu sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.

Produksi kapas AS juga mengikuti berbagai peraturan yang ketat dan wajib dilaksanakan. Para petani menggunakan teknologi bahkan pekerjaan mereka terkomputerisasi sehingga pengurangan jumlah penggunaan air dan pelestarian bibit bisa dilaksanakan. Amerika Serikat juga memiliki sistem paling komprehensif dalam memantau dan mengukur semua aspek sustainability.

Kapas AS merupakan produk yang 100% terpercaya dan bisa ditelusuri kembali jika memang dibutuhkan. Sistem transparansi di sana memungkinkan untuk pemantauan dan perbaikan secara konstan.

“Acara networking, inovasi, dan edukasi yang dihadirkan oleh Cotton USA untuk mempertemukan pihak yang berkaitan dalam rantai pasokan produk kapas selalu menjalin hubungan untuk menghasilkan transaksi bisnis yang saling menguntungkan,” ucapnya. Dengan kata lain, CCI memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga kualitas produk kapas AS mulai dari hulu hingga hilir.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diproduksi di Solo,...
Diproduksi di Solo, GSP Siap Pasok Kain American Drill ke Pasar Domestik dan Global
Memahami Pentingnya...
Memahami Pentingnya Kapas Berkualitas Dorong Kesuksesan Industri Tekstil
Kolaborasi dengan MC...
Kolaborasi dengan MC Texstyle, Vira Tandia: Memudahkan Pelanggan Mendapat Bahan Kain Berkualitas
Diacak-acak Barang Impor,...
Diacak-acak Barang Impor, Juragan Tekstil Sempat Nangis Darah
Permendag 8/2024 Bakal...
Permendag 8/2024 Bakal Direvisi Disambut Baik Asosiasi Tekstil
Mendorong Industri Tekstil...
Mendorong Industri Tekstil Tanah Air Mengedepankan Bisnis Berkelanjutan
Berita Terkini
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
31 menit yang lalu
Bursa Siang Ini Merah,...
Bursa Siang Ini Merah, Ditutup Melemah 0,73% ke 6.127
42 menit yang lalu
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T
2 jam yang lalu
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
2 jam yang lalu
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
2 jam yang lalu
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
3 jam yang lalu
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved