Kimia Farma Siap Ekspor Obat Pengganti Morfin

Senin, 17 September 2018 - 14:22 WIB
Kimia Farma Siap Ekspor...
Kimia Farma Siap Ekspor Obat Pengganti Morfin
A A A
BANDUNG - PT Kimia Farma (Persero) Tbk bakal mempertimbangkan, untuk mengekspor obat bius berbasis nuklir pengganti morfin T Bone Kaef bila ada permintaan dari negara lain. Badan Tenaga Nuklir Indonesia (Batan) dan Kimia Farma menemukan obat penghilang rasa sakit pengganti morfin bagi penderita kanker. Obat tersebut bernama T Bone Kaef itu dihasilkan dari senyawa nuklir.

Business Development Director Kimia Farma Pujianto mengatakan, pihaknya siap bila ada permintaan ekspor dari negara lain untuk obat bius pengganti morfin. Walaupun, untuk memenuhinya harga obat tersebut akan cukup mahal. “Waktu paruh obat ini hanya 46 jam, sehingga kalau diekspor biayanya akan sangat mahal. Tapi kalau mereka membutuhkan kenapa tidak,” kata Pujianto di Bandung, Senin (17/9/2018).

Namun demikian, dia mengaku, untuk tahap awal pihaknya akan memprioritaskan pasar domestik. Saat ini baru empat rumah sakit di Indonesia yang bisa melayani obat pengganti morfin ini. Keterbatasan alat dan tenaga medis ahli nuklir menjadi penyebab hanya sedikit rumah sakit yang bisa melayani produk ini.

Dari sisi potensi, kata dia, pasar domestik masih terbuka lebar. Saat ini, obat bius penyakit kanker hingga tulang nyaris seluruhnya menggunakan morfin. Penggunaan morfin dilakukan dua hingga empat hari secara berulang. Dosis yang diberikan juga terus meningkat.

Diketahui, Badan Tenaga Nuklir Indonesia (Batan) dan Kimia Farma menemukan obat penghilang rasa sakit pengganti morfin bagi penderita kanker. Obat bernama T Bone Kaef itu dihasilkan dari senyawa nuklir. Produk tersebut merupakan hasil pengembangan Kimia Farma bersama Batan. T Bone Kaef diteliti dan dikembangkan selama 10 tahun hingga mendapat ijin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Obat dijual Rp3 juta per dosis untuk penggunaan sekitar 40 hari.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Basa Terkuat di Dunia,...
5 Basa Terkuat di Dunia, Nomor 3 Penting dalam Bidang Farmasi
Lulusan D3 Farmasi Segera...
Lulusan D3 Farmasi Segera Daftar, Kimia Farma Buka Lowongan Kerja
Mendorong Transformasi...
Mendorong Transformasi Industri Kimia dan Farmasi di Asia Tenggara
Optimalkan Kilang, Pertamina...
Optimalkan Kilang, Pertamina Gandeng Kimia Farma Produksi Bahan Baku Farmasi
Kimia Farma Buka Lowongan...
Kimia Farma Buka Lowongan Kerja untuk 3 Posisi, Cek Persyaratan dan Penempatannya
MSD Indonesia dan Kimia...
MSD Indonesia dan Kimia Farma Tingkatkan Edukasi dan Pemahaman Terkait HPV
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
3 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
3 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
4 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
4 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
4 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
5 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved