Luhut: Dunia Akan Lebih Mengenal Indonesia Lewat AM IMF-WB

Senin, 17 September 2018 - 18:28 WIB
Luhut: Dunia Akan Lebih...
Luhut: Dunia Akan Lebih Mengenal Indonesia Lewat AM IMF-WB
A A A
JAKARTA - Menjelang pertemuan Annual Meeting International Monetary Fund-World Bank (AM IMF-WB) 2018 yang akan diselenggarakan bulan depan di Bali, berbagai persiapan telah dilakukan pemerintah Indonesia demi kelancaran ajang pertemuan keuangan terbesar di dunia tersebut.

Pertemuan ini juga diyakini akan memberikan banyak manfaat bagi Indonesia sebagai tuan rumah, di bidang ekonomi, politik, perbankan, investasi dan pariwisata.

"Sebagai gambaran 1 juta penumpang sama dengan USD1 miliar. Dari dampak politik sangat banyak, dunia akan melihat kita nanti, mereka akan lebih kenal Indonesia serta memandang kepemimpinan Indonesia di kawasan," ujar Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan seusai Rakor Tingkat Menteri Panitia Nasional AM IMF-WB di Gedung Juanda, Kementerian Keuangan, Senin (17/9/2018).

Konsep yang dipilih dalam AM IMF WB 2018 adalah tagline "Voyage to Indonesia" yang artinya sebuah perjalanan menuju tempat penemuan baru. Luhut menjelaskan, tagline ini dipilih dikarenakan Indonesia adalah negara maritim terbesar di muka bumi dan Indonesia adalah pusat perhelatan dimana akan banyak negara-negara di dunia akan melabuhkan kapalnya ke negeri ini.

Lebih lanjut Menko Luhut mengatakan, ajang AM IMF- WB sekaligus dapat membantu memulihkan Lombok pascagempa, utamanya di bidang pariwisata. "Acara ini sekaligus akan membantu saudara-saudara kita di Lombok untuk pemulihan. Untuk Gili dan Mandalika, akan kita dorong pemulihan di sektor pariwisata di sana. Nanti kita juga akan mengadakan pertemuan di Mandalika," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Menko Luhut juga berbicara mengenai isu pelemahan nilai rupiah atas dolar AS (USD). Menko Luhut meminta agar setiap pihak mesti bersabar dan mempercayai kemampuan pemerintah yang telah berhasil memitigasi pelemahan rupiah.

"Kita mesti sabar, seperti yang saya katakan tadi, kenapa dolar menguat karena dia (AS) punya kebijakan menarik dolarnya ke Amerika dan kita memitigasi. Nah, sekarang kita berhasil memitigasi itu. Menteri Keuangan juga Gubernur BI punya kredibilitas melakukan PR-nya. Mereka telah mengelola fiskal dan moneter dengan sangat baik. Secara teknis, sekarang kami giatkan TKDN, seperti misalnya biodiesel, pariwisata, B20 kemudian insentif-insentif ini sedang dibahas, dan sekarang sedang dalam tahap penyusunan dan eksekusi," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Luhut Bertolak ke AS...
Luhut Bertolak ke AS Temui Bos World Bank hingga IMF, Bahas Apa?
Seumuran dan Sama-sama...
Seumuran dan Sama-sama Pemberi Pinjaman, Ini Perbedaan IMF dan Bank Dunia
Luhut Tolak Tawaran...
Luhut Tolak Tawaran Utang Bank Dunia, Ini Alasannya..
Jokowi Bertemu Presiden...
Jokowi Bertemu Presiden World Bank hingga Managing Director IMF di Istana
28 Negara Antre jadi...
28 Negara Antre jadi Pasien IMF, Luhut: Kita Jauh dari Itu
Luhut Geram World Bank...
Luhut Geram World Bank Nilai Logistik RI Ambruk ke Peringkat 61: Dimana Kelemahan Kita?
Berita Terkini
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
7 menit yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
14 menit yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
39 menit yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
1 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
1 jam yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
3 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved