Ekonomi Pancasila Didorong Masuk Bahasan di Pertemuan IMF-WB

Selasa, 18 September 2018 - 11:49 WIB
Ekonomi Pancasila Didorong...
Ekonomi Pancasila Didorong Masuk Bahasan di Pertemuan IMF-WB
A A A
JAKARTA - Ekonomi pancasila dinilai perlu menjadi salah satu pembahasan dalam agenda besar internasional annual meeting IMF-WB (International Monetary Fund-World Bank) di Bali, saat Indonesia didaulat menjadi tuan rumah. Hal ini didorong oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), lantaran sistem ekonomi Pancasila disebut bisa mendamaikan gejolak ekonomi global saat ini.

"Sebagai tuan rumah agenda bergengesi ini, Indonesia semestinya harus mempunyai posisi yang kuat untuk juga mengagendakan Sistem Ekonomi Pancasila sebagai rule model ekonomi dunia hari ini yang cenderung liberal kapitalis agar dibahas dalam pertemuan bergensi itu," ujar Ketua DPP GMNI Bidang Ekonomi Koperasi Leo Liwun lewat keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Seperti diketahui agenda annual meeting IMF-WB akan dihadiri 15.000 orang dari 189 negara anggota IMF di seluruh dunia. Ada beberapa agenda penting yang akan dibahas pada annual meeting tersebut antara lain IMF-WB Plenary Session, International Monetary and Financial Committee (IMFC) Meeting, Word Bank Development Committee, Pertemuan Grup Kerjasama Ekonomi Lainnya, Pertemuan sector perbankan dan Riil Lainnya, Seminar dan International Conference, Konferensi Pers.

Lebih lanjut menurutnya, agenda pertemuan tersebut cenderung hanya membahas kepentingan kapitalis global (imperialisme), dimana untuk memuluskan cengkramannya pada negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Fokusnya, terang Leo Luwin yaitu bagaimaina akumulasi modal kapitalis bisa tersalurkan di negara-negara berkembang.

"Dengan demikian mereka akan dengan leluasa mendikte kebijakan-kebijakan ekonomi negara-negara berkembang dan kemudian mengontrolnya.Lantas bagaimana system ekonomi pancasila itu bisa berjalan tanpa ada intervensi asing?," ujarnya.

Sambung dia menekankan pentingnya pembahasan ekonomi Pancasila dalam annual meeting IMF-WB, karena dengan demikian sistem Ekonomi Pancasila tidak hanya berguna bagi masyarakat Indonesia tetapi juga bagi masyarakt dunia. Ia juga mendesak Pemerintah Indonesia agar lebih serius menjadikan Sistem Ekonomi Pancasila sebagai sistem ekonomi nasional dengan jalan Tri Sakti.

"Bung Karno menginstruksikan seluruh rakyat untuk melaksanakan Tri Sakti Tavip. Yakni, berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan. Relevansi Trisakti terkait berdikari dalam bidang ekonomi hanya dapat dilaksanakan jika pemerintahan konsisten dan komitmen berpihak pada kepentingan ekonomi nasional," paparnya.

Ditegaskan olehnya demokrasi ekonomi mensyaratkan sektor produktif dikuasai oleh negara yang digunakan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat sesuai dengan amanat Konstitusi UUD 1945. Substansi demokrasi ekonomi adalah adanya kesejahteraan dan keadilan ekonomi, tidak adanya pengisapan ekonomi, manusia oleh manusia yang lain, pengisapan bangsa atas bangsa lain.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industrialisasi Kunci...
Industrialisasi Kunci Sukses Ekonomi Pancasila
Wamenkop Sebut Yogyakarta...
Wamenkop Sebut Yogyakarta Bisa Jadi Role Model Daerah Bersistem Ekonomi Pancasila
Perwujudan Nilai-Nilai...
Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di Bidang Ekonomi dalam UUD 1945
Gerakan Koperasi Kumpul...
Gerakan Koperasi Kumpul Kawal Ekonomi Pancasila Era Prabowo
Ekonomi Pancasila di...
Ekonomi Pancasila di Tengah Liberalisme Pasar
Desa Pancasila, Perkuat...
Desa Pancasila, Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
1 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
1 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
1 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
2 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
2 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved