Genjot Produksi, Chandra Asri Tambah Pabrik Petrokimia

Senin, 24 September 2018 - 21:08 WIB
Genjot Produksi, Chandra...
Genjot Produksi, Chandra Asri Tambah Pabrik Petrokimia
A A A
JAKARTA - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) terus menggenjot kapasitas produksi dengan meningkatnya permintaan di pasar. Perseoroan kini tengah mengerjakan pembangunan tahap pertama dari kompleks petrokimia yang kedua.

Perseroan telah mendapatkan lisensi teknologi dari beberapa perusahaan petrokimia multinasional seperti BASF, Texplore dan LyondellBassell. Rencananya, pembangungan tahap kedua akan dilakukan pada kuartal I/2019, tahap ketiga kuartal IV/2019 dan tahap terakhir kuartal II/2020.

Kompleks petrokimia kedua tersebut dijadwalkan untuk beroperasi penuh di semester I/2024. "Kami meyakini Indonesia merupakan salah satu tempat terbaik untuk membangun fasilitas petrokimia,” ujar Analis Macquarie Securities Korea Limited Anna Park di Jakarta, Senin (24/9/2018).

Untuk meningkatkan produk bernilai tambah, TPIA juga akan memroses pygas menjadi aromatik yakni benzene, toulene dan mixed xylenes. Seperti yang diketahui, Chandra Asri merupakan satu-satunya produsen butadiene dan styrene monomer yang menjadi bahan baku pembuatan ban mobil, perangkat elektronik serta material untuk kemasan.

Dengan tumbuhnya penjualan mobil serta penjualan online, maka permintaan kedua produk tersebut diprediksi tumbuh double digit hingga 2023. Di sisi lain Anna Park menyebutkan prospek saham TPIA juga bisa mampu mencapai Rp5.742 didorong ekspansi ini. "Permintaan yang tinggi dari pasar domestik diprediksi akan membawa peluang bagi industri petrokimia," pungkasnya.

Pada semester I tahun ini, pendapatan Chandra Asri meningkat 7,6% menjadi USD1,28 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar USD1,19 miliar. Penjualan domestik mendominasi pendapatan hingga 75% senilai USD968,91 juta, capaian ini meningkat 20,5% dibanding tahun lalu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Chandra Asri dan Glencore...
Chandra Asri dan Glencore Resmi Kuasai Kilang Shell Singapura Senilai Rp4,2 Triliun
DBS Gelontorkan Pembiayaan...
DBS Gelontorkan Pembiayaan Rp2,9 Triliun ke Chandra Asri
Danantara dan INA Bidik...
Danantara dan INA Bidik Proyek Milik Chandra Asri Senilai Rp13 Triliun
Ini Catatan Kinerja...
Ini Catatan Kinerja Chandra Asri Sepanjang Kuartal III-2023
Dipecat dari Kadin,...
Dipecat dari Kadin, Ini Tiga Tersangka yang Lakukan Pemalakan di Cirebon
Chandra Asri Raih Fasilitas...
Chandra Asri Raih Fasilitas Balloon Payment Rp3,5 Triliun dari BNI
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
4 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
4 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
4 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
4 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
5 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
Netanyahu Klaim Serangan...
Netanyahu Klaim Serangan Israel Melumpuhkan Produksi Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved