DBS Gelontorkan Pembiayaan Rp2,9 Triliun ke Chandra Asri
Selasa, 21 Juli 2020 - 15:48 WIB
loading...
Bank DBS memberikan pembiayaan senilai USD195 juta kepada PT Chandra Asri Asri Petrochemical Tbk. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Bank DBS memberikan dukungan penuh kepada PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri) berupa pinjaman pembiayaan dan memaksimalkan pemanfaatan teknologi melalui platform digital DBS IDEAL dan DBS RAPID untuk mengelola efektivitas dan efisiensi bisnis sehari-hari agar dapat tetap mengedepankan proses bisnis berkelanjutan (sustainability).
Bank DBS memberikan pinjaman pembiayaan senilai USD195 juta atau setara dengan Rp2,9 triliun kepada Chandra Asri untuk mendukung kebutuhan modal kerja perusahaan dalam bentuk Trade Financing dan Revolving Credit Facility (RCF).
Corporate Banking Director PT Bank DBS Indonesia Kunardy Lie mengatakan, meskipun di tengah pandemi saat ini, permintaan domestik untuk produk Chandra Asri tetap tinggi karena merupakan salah satu produsen bahan baku peralatan medis seperti masker dan Alat Pelindung Diri (APD).
"Untuk tetap dapat memenuhi permintaan domestik, Chandra Asri masih harus mengoperasikan pabrik secara normal dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, termasuk hanya mempekerjakan staf penting di lokasi pabrik, dan menerapkan split-team bagi staf pendukung, untuk dapat bekerja sebagian dari rumah dan kantor," kata Kunardy di Jakarta, Selasa (21/7/2020).
(Baca Juga: Hantaman Virus Corona ke Perbankan Bisa Bikin Rasio Pembiayaan Macet Tinggi)
Bank DBS memberikan pinjaman pembiayaan senilai USD195 juta atau setara dengan Rp2,9 triliun kepada Chandra Asri untuk mendukung kebutuhan modal kerja perusahaan dalam bentuk Trade Financing dan Revolving Credit Facility (RCF).
Corporate Banking Director PT Bank DBS Indonesia Kunardy Lie mengatakan, meskipun di tengah pandemi saat ini, permintaan domestik untuk produk Chandra Asri tetap tinggi karena merupakan salah satu produsen bahan baku peralatan medis seperti masker dan Alat Pelindung Diri (APD).
"Untuk tetap dapat memenuhi permintaan domestik, Chandra Asri masih harus mengoperasikan pabrik secara normal dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, termasuk hanya mempekerjakan staf penting di lokasi pabrik, dan menerapkan split-team bagi staf pendukung, untuk dapat bekerja sebagian dari rumah dan kantor," kata Kunardy di Jakarta, Selasa (21/7/2020).
(Baca Juga: Hantaman Virus Corona ke Perbankan Bisa Bikin Rasio Pembiayaan Macet Tinggi)
Lihat Juga :