Pembangunan Infrastruktur di Palu Direm Pascagempa

Selasa, 02 Oktober 2018 - 14:33 WIB
Pembangunan Infrastruktur...
Pembangunan Infrastruktur di Palu Direm Pascagempa
A A A
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan, kecepatan pembangunan infrastruktur di Palu dikurangi pascagempa. Pemerintah terlebih dulu fokus pada masalah kemanusiaan.

Dirjen Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin mengatakan, selama 2 hari ini PUPR mengidentifikasi ada beberapa kontraktor yang mengerjakan pekerjaan berat di sana seperti Adhi Karya, Bumi Karsa serta beberapa kontraktor lokal.

"Kecepatan pembangunan dikurangi. Digencarkan kemanusiaan, sehingga jalan menuju Palu-Poso melalui Kebon Kopi dikurangi peralatannya, tapi tetap berjalan," ujarnya di Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Syarif menjelaskan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono kemarin petang baru tiba di Jakarta dari Palu dan besok pagi akan berangkat lagi ke Donggala bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Yang ingin disampaikan bagaimana kita berpartisipasi untuk membantu saudara kita yang lagi menderita di Palu. Melalui PUPR, pemerintah sudah melakukan 4 kegiatan," katanya.

Kegiatan pertama yakni evakuasi karena ada beberapa daerah yang belum bisa diangkut di Palu, Donggala dan Sigi, sehingga tentunya membutuhkan peralatan berat.

Kegiatan kedua, yakni membuka aksesibilitas, sehingga mudah bantuan masuk akibat hari pertama bencana jalan masih tertutup antara Mamuju-Pasang Kayu-Donggala-Palu.

"Kemudian terbuka, yang tertutup juga Poso menuju Palu lewat jalan kopi, sekarang terbuka. Gorontalo tidak masalah, sehingga ada 3 jalan menuju Palu," tutur Syarif.

Dua terakhir adalah air bersih yang sudah dikirim melalui darat, baik dari Makassar karena ada tandon air dan PUPR berharap segera jadi kota jadi bersih. "Puing-puing di kota bisa diselesaikan. Ini karena trauma bisa timbul akibat melihat kondisi yang tidak teratur," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian PUPR Dukung...
Kementerian PUPR Dukung Penghijauan Infrastruktur
Kementerian PUPR Kembali...
Kementerian PUPR Kembali Buka Lelang Proyek Infrastruktur Dasar IKN
Pasca-Gempa, Menteri...
Pasca-Gempa, Menteri Basuki Audit Kelayakan Bangunan di Sulbar
Kementerian PUPR Sebut...
Kementerian PUPR Sebut Capaian 10 Tahun Infrastruktur Tingkatkan Kualitas Hidup
Pengamat: Perlu Audit...
Pengamat: Perlu Audit Infrastruktur Agar Bisa Dipertanggungjawabkan
Hijaukan Area Infrastruktur,...
Hijaukan Area Infrastruktur, Kementerian PUPR Tanam 176.241 Pohon
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
9 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
26 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
58 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved