Data Ekonomi AS yang Solid Buat Dolar Memukul Rupiah ke Rp15.179

Kamis, 04 Oktober 2018 - 17:29 WIB
Data Ekonomi AS yang...
Data Ekonomi AS yang Solid Buat Dolar Memukul Rupiah ke Rp15.179
A A A
JAKARTA - Indeks dolar Amerika Serikat mencapai level tertinggi 11 bulan melawan enam mata uang utama lainnya, disebabkan data ekonomi AS yang optimis. Kondisi tersebut membuat nilai tukar rupiah di indeks Bloomberg ditutup terpukul 104 poin atau 0,69% menjadi Rp15.179 per USD.

Rupiah pada awal perdagangan Kamis (4/10), dibuka terdepresiasi 45 poin ke level Rp15.120 per USD, berbanding penutupan Rabu lalu di Rp15.075 per USD. Kamis ini, mata uang NKRI diperdagangkan di Rp15.120-Rp15.191 per USD.

Depresiasi rupiah juga terpantau di data Yahoo Finance pada petang ini. Rupiah luluh 108 poin alias 0,72% ke Rp15.178 per USD, berbanding Rabu lalu di Rp15.070. Hari ini, rupiah diperdagangkan di Rp15.070-Rp15.190 per USD.

Rupiah melemah disebabkan faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah prospek transaksi berjalan, dimana pemerintah memproyeksikan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) akhir 2018 masih berada di kisaran 3% dari Produk Domestik Bruto. Hal ini membuat rupiah berpotensi melemah hingga akhir tahun sehingga tidak menarik bagi investor.

Faktor eksternal adalah solidnya data ekonomi negaranya Donald Trump. Mengutip Reuters, Kamis (4/10), ADP National Employment Report melansir bahwa September kemarin menciptakan 230.000 tenaga kerja, angka tertinggi sejak Februari.

Survei Institute of Supply Management (ISM) menyebutkan indeks aktivitas non-manufaktur pada September mencapai angka 61,6 atau naik 3,1 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak Agustus 1997.

Data ekonomi AS yang solid membuat Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral dapat menaikkan suku bunga di atas perkiraan "netral". CME Fedwatch menyatakan kemungkinan besar The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin (bps) pada rapat 19 Desember mendatang.

Hal tersebut membuat indeks USD terhadap enam mata uang utama naik 0,35% pada level 96,086. Dolar AS pun melanjutkan reli atas yen Jepang menjadi 114,55 yen, level tertinggi sejak awal November 2017. Dan euro lebih rendah 0,05% ke USD1,1469, setelah tergelincir 0,6% pada Rabu kemarin.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Hari Ini, Rupiah Diprediksi...
Hari Ini, Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Rupiah Melemah 60 Poin...
Rupiah Melemah 60 Poin ke Rp15.455 per USD
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
7 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
8 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
8 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
9 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
9 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
9 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved