Wall Street Mundur Karena Data Ketenagakerjaan Tidak Sesuai Harapan

Sabtu, 06 Oktober 2018 - 08:01 WIB
Wall Street Mundur Karena...
Wall Street Mundur Karena Data Ketenagakerjaan Tidak Sesuai Harapan
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street pada perdagangan Jumat waktu setempat, ditutup melemah karena data ketenagakerjaan yang tidak sesuai harapan, kendati tingkat pengangguran turun ke level terendah 49 tahun.

Mengutip CNBC, Sabtu (6/10/2018), indeks S&P 500 ditutup lebih rendah 0,6% menjadi 2.885,57, karena buruknya kinerja saham sektor teknologi. Sepekan ini, S&P 500 telah turun hampir 1%, kinerja mingguan terburuk sejak pekan 7 September.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 180,43 poin menjadi 26.447,05, karena jebloknya saham Intel dan Caterpillar. Nasdaq mundur 1,2% menjadi 7.788,45 karena saham Amazon, Apple, Netflix dan Alphabet diperdagangkan lebih rendah. Untuk pekan ini, saham teknologi telah turun 3,2% di bursa Nasdaq.

Melemahnya Wall Street disebabkan data ketenagakerjaan yang campur aduk di bulan September. Jumlah tenaga kerja hanya bertambah 134.000 orang, jauh dibawah ekspektasi sebesar 185.000 orang.

Namun, tingkat pengangguran di Amerika Serikat turun ke level terendah sejak 1969. Adapun data ketenagakerjaan bulan Agustus yang menerima revisi, naik tajam menjadi 270.000 dari data sebelumnya di 201.000. Upah tenaga kerja di AS pada September lalu tumbuh 2,8%.

"Pasar tenaga kerja akan semakin ketat dan itu artinya upah yang lebih tinggi. Ini akan menekan harga dan bisa menekan saham," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
8 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
9 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
9 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
10 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
10 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
11 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved