Dolar Perkasa, Waspadai Pelemahan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 07 Oktober 2018 - 16:30 WIB
Dolar Perkasa, Waspadai...
Dolar Perkasa, Waspadai Pelemahan Daya Beli Masyarakat
A A A
BANDUNG - Pemerintah diminta mewaspadai melemahnya daya beli masyarakat akibat menguatnya dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah. Terlebih bila penguatan dolar diikuti kenaikan suku bunga perbankan.

Ekonom Universitas Padjadjaran (Unpad) Aldrin Herwani mengatakan, menguatnya dolar dikhawatirkan diikuti opsi melakukan penyesuaian suku bunga. Tujuannya untuk menarik dana masyarakat. Namun, bila kebijakan itu diambil, dapat berimbas pada sektor riil.

"Para pelaku usaha juga akan melakukan penyesuaian harga jual produk, bila suku bunga kredit naik. Imbasnya, buying power masyarakat akan melemah. Itu membuat masyarakat mengubah, menunda, atau mengurangi rencana serta anggaran belanjanya," kata Aldrin, Minggu (7/10/2018).

Melemahnya daya beli masyarakat menyebabkan banyak barang tertumpuk. Industri-industri pun terancam keberlangsungannya karena berkurangnya income hasil penjualan produk.

Pemerintah, lanjut dia, mesti mencari atau melakukan kajian untuk menghindari opsi kenaikan suku bunga sehingga dampak penguatan dolar tak berimbas ke sejumlah sektor di Indonesia.

Aldrin menjelaskan, kondisi saat ini masih lebih baik dibanding 1998. Meski rupiah terdepresiasi, namun indikator perekonomian nasional masih positif. Kondisi ini, lanjutnya, berbeda dengan 1998 yang saat itu, ekonomi nasional goyang karena berbagai faktor.

"Memang benar bahwa rupiah terdepresiasi. Namun, jika perbandingannya dengan kondisi 1998, saat ini masih lebih baik," tandas dia.

Aldrin berpendapat, posisi rupiah di atas level Rp15.150 per USD sebenarnya dalam proses mencari titik equilibrium baru. Artinya, jelas Aldrin, dalam proses mencari titik keseimbangan baru nilai kurs.

"Saya kira, pemerintah terus melakukan dan meracik berbagai langkah untuk menstabilkan nilai tukar rupiah," tutup Aldrin.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Lonjakan Dolar AS Harga...
Lonjakan Dolar AS Harga Barang dan Jasa Meroket
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Daya Beli Nelayan Jawa...
Daya Beli Nelayan Jawa Timur pada September Turun 2,08 Persen
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Aliansi Kebangsaan Ingatkan...
Aliansi Kebangsaan Ingatkan Daya Beli Nasional Harus Dikelola dengan Baik
Deflasi 4 Bulan Beruntun, Berpotensi...
Deflasi 4 Bulan Beruntun, Berpotensi Timbulkan Lingkaran Setan Perlambatan ekonomi
Berita Terkini
Elnusa Petrofin Salurkan...
Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar B50 untuk Sektor Industri
59 menit yang lalu
Singapura Mulai Proyek...
Singapura Mulai Proyek Raksasa Lawan Kenaikan Permukaan Laut
1 jam yang lalu
M2P Fintech Dorong Industri...
M2P Fintech Dorong Industri Keuangan Perkuat Sistem Anti-Fraud Berbasis AI
1 jam yang lalu
Intip Kontribusi Vokasi...
Intip Kontribusi Vokasi Sampoerna Karya Bangsa untuk Cetak SDM Unggul
1 jam yang lalu
Said Iqbal Minta Pajak...
Said Iqbal Minta Pajak JHT Dihapus bagi Seluruh Penerima
1 jam yang lalu
Sinergi Berkelanjutan,...
Sinergi Berkelanjutan, bank bjb Dukung Percepatan Program Rumah Layak Huni melalui BSPS 2026
2 jam yang lalu
Infografis
2 Raksasa Perusahaan...
2 Raksasa Perusahaan Rokok Setop Beli Tembakau Temanggung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved