Kementan Dinilai Konsisten Jaga Pasokan Beras dan Stabilitas Harga

Kamis, 11 Oktober 2018 - 10:42 WIB
Kementan Dinilai Konsisten...
Kementan Dinilai Konsisten Jaga Pasokan Beras dan Stabilitas Harga
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) dianggap telah cukup optimal dalam upaya mendongkrak produktivitas petani di seluruh sektor pertanian. Di antaranya seperti perkebunan, tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan lainnya.

Termasuk juga terus mendorong meningkatnya jumlah komoditas beras sebagai sektor pertanian yang strategis di Indonesia walaupun tidak mudah praktiknya. Hal itu dikemukakan anggota Komisi IV DPR I Made Urip. "Jadi di semua pulau di Indonesia hampir jumlah (produksi) beras kita meningkat. Jadi untuk memenuhi kebutuhan domestik kita saat ini saya rasa cukup," ujar Made Urip.

Terkait dengan harga beras di pasaran dan tingkat petani, menurutnya sejauh ini Kementan telah komitmen mengikuti arahan Presiden Joko Widodo agar dalam stabilitasnya terjaga serta tidak mengalami gejolak yang signifikan. Bahkan, bukan hanya pada harga komoditas beras yang dijaga, Made Urip berpendapat, juga tampak pada stabilitas nilai produk hortikultura, petenakan dan subsektor lainnya.

"Ya sebagai yang membantu Presiden, terutama Menteri Pertanian, supaya terus dapat meningkatkan produktivitas pertanian di dalam negeri," paparnya. Soal lainnya Made Urip menilai, salah satu bentuk kinerja Kementan untuk meningkatkan produktivitas pertanian padi adalah dilaksanakannya program pompanisasi, pembangunan embung serta penambahan jumlah irigasi persawahan

Ditambahkan olehnya, program seperti itu merupakan cara strategis menjaga produktivitas pertanian padi sehingga mampu menjaga ketersediaan stabilitas beras nasional. "Itu bagus. Usaha yang tepat untuk meningkatkan produktivitas pertanian walaupun di musim kemarau saat ini," ucap Made Urip.

Made Urip menuturkan, gebrakan kerja Kementan selama ini dirasakan memberikan kontribusi penting kepada produksi beras nasional. Infrastruktur pertanian menjadi sorotan utama pemerintahan Presiden Joko Widodo agar tetap menjaga produksi dan stabilitas harga beras nantinya. "Cuma kalau ada isu misalnya bagaimana harga beras bisa naik, itu kan di lapangan tidak demikian. Yang kita lihat di lapangan produksi riilnya seperti apa implementasinya," kata Made Urip.

Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor beras Indonesia kategori premium dan khusus terus melonjak selama empat tahun terakhir. Data BPS mencatat, pada tahun 2017 ekspor beras premium dan khusus mencapai 3.433 ton atau naik 130 ton dari 2014.

Menyoal kabar naiknya harga beras di pasaran yang belum lama ini mengemuka, menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan Maman Suherman, merupakan mekanisme alamiah pasar sebab antara pasokan dan kebutuhan permintaan. Ditambah lagi juga pengaruh tahapan rantai pasokan beras mulai dari produksi, pengolahan hingga distribusi ke pasaran.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pengembangan Food Estate...
Pengembangan Food Estate Demi Jadikan Provinsi Kalteng Lumbung Pangan
Petani Parigi Moutong...
Petani Parigi Moutong Dimotivasi untuk Budidaya Jagung di Lahan Perkebunan Kelapa
Kabupaten Poso Dukung...
Kabupaten Poso Dukung Percepatan Tanam Melalui Sekolah Lapang
Jadikan Sektor Pertanian...
Jadikan Sektor Pertanian Sebagai Penyelamat Krisis
Kalau Bukan Penyuluh...
Kalau Bukan Penyuluh Siapa Lagi yang Bisa Menghubungkan Mentan dan Petani
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
1 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
2 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
2 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
3 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
3 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
4 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved