Sindir Perang Dagang, Jokowi Ajak Dunia Berkolaborasi Tak Berkompetisi

Jum'at, 12 Oktober 2018 - 13:44 WIB
Sindir Perang Dagang,...
Sindir Perang Dagang, Jokowi Ajak Dunia Berkolaborasi Tak Berkompetisi
A A A
NUSA DUA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak dunia untuk saling berkolaborasi, bukan berkompetisi. Sehingga, jangan sampai terlalu sibuk untuk bersaing dan menyerang satu sama lain yang berakibat gagal menyadari adanya ancaman besar ke semuanya.

Jokowi pun mempertanyakan, untuk itu, apakah sekarang saat yang tepat untuk rivalitas atau kompetisi. Ataukah saat ini waktu yang tepat untuk kerja sama dan kolaborasi melihat perang dagang yang berlangsung antara dua ekonomi besar di dunia.

"Sekali lagi, apakah sekarang ini merupakan saat yang tepat untuk rivalitas dan kompetisi? Apakah kita gagal menyadari, ada ancaman besar yang dihadapi negara kaya maupun miskin, oleh negara besar atau negara kecil?" ujarnya di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018).

Sementara itu, Jokowi beranalogi kondisi gejolak ekonomi global sekarang seperti film Game of Thrones. Pada akhirnya, dampak negatif bukan hanya bagi yang kalah, tapi juga yang menang.

"Para hadirin yang berbahagia, tahun depan kita akan menyaksikan session terakhir dari serial Game of Thrones. Saya bisa perkirakan bagaimana akhir ceritanya. Saya yakin, ceritanya akan berakhir dengan pesan moral, bahwa konfrontasi dan perselisihan akan mengakibatkan penderitaan," katanya.

Karena itu, menurut Jokowi tidak ada artinya kemenangan yang dirayakan di tengah-tengah kehancuran. Sehingga, tidak berarti jadi kekuatan ekonomi terbesar, tapi di tengah dunia yang tenggelam.

"Ketika kemenangan sudah dirayakan dan kekalahan sudah diratapi, barulah kemudian kedua-duanya sadar, bahwa kemenangan dan kekalahan dalam perang selalu hasilnya sama, yaitu dunia yang porak poranda," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hadiri Annual Leaders...
Hadiri Annual Leaders Meeting 2023, Jokowi Tiba di Sydney
Perkuat Strategi Bisnis...
Perkuat Strategi Bisnis Asuransi, MDRT Gelar Annual Meeting Virtual 2021
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas SDM, Bappenas Gelar Puncak Acara SUN Annual Meeting 2021
Annual Meeting ISI 2025,...
Annual Meeting ISI 2025, Dirlantas Polda Kalsel Paparkan Strategi Tangani Kecelakaan
Gelar Annual Member...
Gelar Annual Member Meeting 5 di Bandung, IDNIC Perkuat Ekosistem Internet Indonesia
Seumuran dan Sama-sama...
Seumuran dan Sama-sama Pemberi Pinjaman, Ini Perbedaan IMF dan Bank Dunia
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
3 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
3 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
4 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
4 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
5 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
5 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved