Indonesia Aktif Rangkul Ekonomi Digital Lewat Blockchain

Jum'at, 12 Oktober 2018 - 15:15 WIB
Indonesia Aktif Rangkul...
Indonesia Aktif Rangkul Ekonomi Digital Lewat Blockchain
A A A
JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, perlu regulasi yang tepat untuk mengatur perkembangan digital ekonomi dan keuangan. Sebab bila terlalu ditekan oleh hukum, maka pelaku ekonomi digital akan menjauh dan negara kehilangan potensinya.

Salah satu perkembangan digital ekonomi adalah blockchain. Meskipun belum besar, namun pasar blokchain di Indonesia masih sangat besar. “Indonesia aktif merangkul ekonomi digital dan teknologi yang canggih yang diwakili oleh blockchain merupakan sumber penting dari transformasi ekonomi digital,” kata Direktur Infrastruktur ICT di Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) Muhammad Neil El Himam dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Menurutnya, pembangunan Blockchain Indonesia masih dalam tahap awal dibandingkan dengan Amerika Serikat, China, Jepang dan Korea Selatan. Namun, masyarakat umum di Indonesia sudah memiliki pemahaman yang mendalam mengenai proyek blockchain dan permintaan yang kuat untuk berpartisipasi dalam pasar ini.

Teknologi blockchain dan pasar membutuhkan pembelajaran dan komunikasi jangka panjang, bidang blockchain selain kebutuhan sesuai kebijakan industri startup juga perlu pengusaha media dan industri untuk tumbuh bersama-sama. "Dari 2008 hingga saat ini, telah berkembang pesat dan nilai perkembangan blockchain industri disorot," kata Pendiri Blockchain No.1 Jack Sun saat meluncurkan media vertikal blockchain di Indonesia.

Berdasarkan statistik tidak lengkap, ada lebih dari 2.000 blockchain yang berhubungan dengan perusahaan-perusahaan di dunia, 43.9% didirikan pada 2017. Saat ini, industri blockchain memasuki tahap permainan saham, lebih dan lebih banyak modal memperhatikan blockchain, tetapi industri juga memiliki situasi yang keseragaman bisnis, modal tidak merata yang memiliki sisi baik dan buruk dan satu lagi pengawasan tidak mendukung atau memadai.

Pada saat yang sama, blockchain memiliki batas profesional tertentu, untuk investor biasa dalam analisis logika white paper dan sering bingung akan kepastian apakah aplikasi dapat mendarat. Kelemahan umum pengetahuan dalam bidang ini dan keinginannya cenderung digunakan oleh sumber-sumber informasi yang buruk.

"Kami akan berfokus pada laporan industi blockchain, berita terkini, data pasar, interpretasi teknis dan kedalaman yang eksklusif, serta untuk membantu mereka memahami pengetahuan blockchain, mengumpulkan informasi penting dari daerah yang tepat serta nilai riil pra-kontrak dari informasi yang kompleks,” kata Jack Sun.

Pengembangan industri tidak bisa dipisahkan dari bimbingan departemen pemerintah, tapi juga tidak terlepas dari penyebaran media. "Kami sangat berharap dalam layanan informasi memberikan investor pendidikan, penelitian mendalam dan opini publik pengawasan empat area efektif untuk membantu pengembangan blockchain Indonesia dan bahkan menjadi media blockchain paling profesional di Asia Tenggara," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dominasi E-Commerce...
Dominasi E-Commerce di Ekonomi Digital Indonesia
Jadi Negara ke-6 Terbanyak...
Jadi Negara ke-6 Terbanyak Startup, Pemerintah Sasar Pasar Ekonomi Digital 110 Miliar USD
Talenta Muda Digital...
Talenta Muda Digital Diasah Lebih Siap Masuk Dunia Kerja
Kemenperin Ajak Tech...
Kemenperin Ajak Tech Startup Indonesia Kembangkan Ekosistem Industri 4.0
Upaya Kemenkominfo Kembangkan...
Upaya Kemenkominfo Kembangkan Industri Startup Nasional
Gandeng 8 CEO Startup,...
Gandeng 8 CEO Startup, Kemenkop UKM Bangun Supersystem Digital UMKM
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
28 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved